TribunJabar/

Pesawat Perintis Andalan Masyarakat Kepulauan Riau

Sebagian besar masyarakat Dabo Singkep (Kepulauan Riau) dan Tembilahan (Riau) mengandalkan

Pesawat Perintis Andalan Masyarakat Kepulauan Riau
Mumu Mujahidin
Sejumlah penumpang memasuki pesawat NC212-200 yang dioperasikan oleh Susi Air di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (23/3). 

PEKANBARU, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebagian besar masyarakat Dabo Singkep (Kepulauan Riau) dan Tembilahan (Riau) mengandalkan moda transportasi udara pesawat perintis sebagai alat transportasi umum. Selain dinilai ekonomis karena telah disubsidi oleh pemerintah, pesawat perintis ini bisa mempersingkat jarak dan waktu tempuh perjalanan masyarakat.

Dari jarak waktu tempuh berjam-jam bahkan hitungan hari melalui jalur darat ini bisa dipersingkat menjadi puluhan menit saja. Dalam kegiatannya masyarakat memanfaatkan pesawat perintis jenis NC212-200 yang dioperasikan oleh perusahaan maskapai penerbangan Susi Air.

Pesawat Susi Air ini melayani beberapa rute perjalanan jarak dekat angkutan udara perintis, salah satunya Pekanbaru-Dabo (Bandar udara Dabo), Pekanbaru-Telimbahan (Bandar udara Tempuling) dll. Dengan landasan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.

Seperti Wanda Dian Kuswandar (29) warga Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Dabo, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau ini merasa diuntungkan dengan adanya pesawat perintis yang dioperasikan Susi Air tersebut.

"Enak jadi lebih cepat sampai ke rumah, cuma 1 jam lebih, kalau jalur darat harus ke Batam dulu pakai kapal ferry, bisa dua 2 hari baru sampai, itupun enggak setiap hari kapalnya ada," tuturnya, Kamis (23/3) di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II.

Dalam sekali perjalanan Wanda hanya membayar tiket Rp 360.000, artinya untuk pulang pergi bisa mencapai Rp 720.000. Sementara jika lewat jalur darat dan laut, dirinya bisa mengeluarkan uang sekitar Rp 1 juta lebih dengan moda transportasi darat dan laut melalui Batam, belum termasuk biaya makan untuk dua hari tersebut.

"Hampir tiap bulan saya pakai pesawat untuk pulang ke rumah, karena saya kerja di Pekanbaru," ujarnya.

Selain itu Hasna Azies (56) juga memanfaatkan pesawat perintis ini untuk kegiatan dinas pekerjaannya. Dirinya terbang dari Pekanbaru menuju Telimbahan di Kelurahan Sungai Tala, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indra Giri Hilir, Riau dengan harga tiket Rp 305.800 per sekali perjalanan.

"Pesawatnya nyaman, saya baru dua kali nyoba pesawat perintis untuk kepentingan dinas aja," ujarnya kemarin di Bandar Udara Tempuling-Riau.

Para penumpang ini merasa diuntungkan dengan adanya pesawat perintis ini, dan berharap perusahaan maskapai penerbangan perintis ini memperbanyak armadanya. Selain sangat diperlukan oleh masyarakat, pihak penyelenggara juga kerap membatalkan jadwal penerbangan kalau terjadi maintenance pesawat.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help