TribunJabar/

Sidang Suap Pasar Atas Cimahi

Terdakwa Suap Pasar Atas Bertemu Itoc dan Atty di Warung Sate

membahas sejumlah proyek di Kota Cimahi. Di antaranya, proyek pembangunan Jembatan Padasuka, Technopark, dan Pasar Atas Cimahi.

Terdakwa Suap Pasar Atas Bertemu Itoc dan Atty di Warung Sate
IST
Itoc Tochija dan Atty Suharti Tochija 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Terdakwa Triswara Dhanu Brata diketahui menggelar pertemuan dengan Wali Kota Cimahi nonaktif Atty Suharti dan mantan Wali Kota Cimahi yang juga suami Atty, yakni Itoc Tochija di satu warung sate di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Kedua pihak membicarakan sejumlah proyek di Kota Cimahi.

Satu proyek yang dibicarakan adalah proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi. Untuk mendapatkan proyek itulah terdakwa Triswara dan terdakwa Hendriza Soleh Gunadi belakangan diketahui menyuap Atty dan Itoc. Wali Kota dan mantan Wali Kota Cimahi itu dijanjikan bakal diberi uang Rp 6 miliar.

Atty dan Itoc pun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tak lama lagi bakal duduk di kursi terdakwa dalam persidangan kasus yang sama.

Pertemuan yang digelar di satu warung sate itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus ini dengan terdakwa Triswara dan Hendriza di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (20/3). Sidang beragendakan pemeriksaan saksi.

"Saya duduk satu meja dengan Bu Atty, sedangkan terdakwa Triswara duduk satu meja dengan Pak Itoc," kata Maria, ajudan Atty yang menjadi saksi dalam sidang kasus tersebut, kemarin.

Menurut Maria, karena pertemuan itu digelar malam hari dan ia tidak duduk satu meja dengan Itoc, ia pun tidak tahu isi pembicaraan antara mereka. Yang jelas pertemuan itu benar terjadi di satu warung sate.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), isi pertemuan antara Triswara dengan Itoc dan Atty itu membahas sejumlah proyek di Kota Cimahi. Di antaranya, proyek pembangunan Jembatan Padasuka, Technopark, dan Pasar Atas Cimahi.

Yudistira, saksi lainnya yang juga kakak terdakwa Triswara membenarkan, adiknya beberapa kali menggelar pertemuan dengan Itoc untuk membahas sejumlah proyek di Cimahi, termasuk proyek Pasar Atas.

"Hasil pertemuannya seperti apa, saya tidak tahu karena saya dan adik saya masing-masing punya perusahaan sendiri," kata Yudistira.

Sebelumnya JPU dari KPK menyebutkan, Triswara dan Hendriza telah menyuap Itoc dan Atty untuk keperluan pembangunan Pasar Atas. Itoc dan Atty dijanjikan uang suap hingga Rp 6 miliar. Mereka sebelumnya sempat menerima transferan Rp 500 juta.

Kedua terdakwa, kataJPU, menjanjikan suap agar perusahaannya menjadi pelaksana pembangunan Pasar Atas Baru Cimahi tahap II tahun 2017 senilai Rp 57 miliar. Suap itu terungkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 1 Desember 2016.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dakwaan berlapis. Untuk dakwaan pertama, pasal 5 ayat (1) UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP

Sementara untuk dakwaan kedua, terdakwa Triswara dan Hendriza dikenai Pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. Kedua pasal itu ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. (san)

Penulis: san
Editor: mac
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help