TribunJabar/

Pengeroyok Guru YAS Divonis 12 Tahun, Istri Tatang: ''Saya Tidak Terima''

Kedua terdakwa divonis 12 tahun penjara setelah terbukti melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap Tatang.

Pengeroyok Guru YAS Divonis 12 Tahun, Istri Tatang: ''Saya Tidak Terima''
tribunjabar/ichsan
Terdakwa Riski Sofyandi Milad dan Herpri Wardi Sibarani tengah mendengarkan pembacaan vonis pada sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (21/3/2017). Kedua terdakwa pembunuh mendiang Tatang Wiganda, guru olahraga SMA Yayasan Atikan Sunda (YAS) Kota Bandung itu divonis 12 tahun penjara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sarah Fatimah (28) hanya terus mengusap air mata yang mengucur ke pipinya sembari menggendong seorang bayi berusia dua tahun.

Ia berjalan mengikuti Riski Sofyandi Milad dan Herpri Wardi Sibarani, dua terpidana kasus pengeroyokan Tatang Wiganda, guru olahraga SMA Yayasan Atikan Sunda (YAS) pada September 2016.

Kedua terpidana keluar dari ruang sidang IV Pengadilan Negeri (PN) Bandung usai mengikuti sidang putusan yang digelar, Selasa (21/3/2017).

Keduanya divonis 12 tahun penjara setelah terbukti melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap Tatang.

"Sebetulnya saya tidak terima," kata Sarah ketika berbincang dengan Tribun.

Sarah menginginkan hakim memvonis kedua terdakwa dengan hukuman maksimal, yaitu 20 tahun atau seumur hidup. Sebab, kedua terdakwa telah menghabisi tulang punggung keluarga.

"Ini aanak-anak saya masih kecil. Paling kecil dua tahun, paling besar delapan tahun," kata Sarah.

Sarah kini hanya bisa pasrah dengan adanya vonis tersebut. Sebab ia menyadari jika tak bisa berbuat banyak terhadap putusan itu.

"Mau gimana lagi, teriak-terika juga tidak bisa merubah," kata Sarah.

Halaman
12
Penulis: cis
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help