TribunJabar/

Pembantai Pasangan Suami Istri Dituntut 15 Tahun Penjara

Jufri Sahempa, terdakwa kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Gang Desa, Kiaracondong, Kota Bandung

Pembantai Pasangan Suami Istri Dituntut 15 Tahun Penjara
TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Lokasi indekos pasutri yang tewas di Jalan Desa RT 7/2, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, tewas, Minggu (27/11/2016). Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan yang terjadi sekiitar pukul 06.30 WIB. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jufri Sahempa, terdakwa kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Gang Desa, Kiaracondong, Kota Bandung, dituntut hukuman 15 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan.

"Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menyatakan terdakwa Jufri Sahempa bersalah. Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun," kata JPU Miptahurohman SH, saat membacakan tuntutannya pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (21/3/2017).

Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Lian Sibarani SH itu, JPU juga menyampaikan hal memberatkan bagi terdakwa yaitu, perbuatannya membunuh Ade Sumarna dan Lina Marlina dilakukan secara sadis dan kedua korban merupakan tulang punggung keluarga.

Kedua korban dibunuh dengan cara ditusuk beberapakali menggunakan pisau. Terdakwa dan korban sama-sama mengontrak sebuah kamar kos di daerah Gang Desa.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa diberi kesempatan untuk menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi pada sidang berikutnya, Kamis (30/3) pekan depan.

Menurut JPU, kasus pembunuhan ini terjadi di rumah korban di Gang Desa, Jalan Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu 27 November 2016 sekitar pukul 07.30. Terdakwa adalah tetangga korban.

JPU mengatakan, awalnya terdakwa mandapati bak kamar mandinya kering. Ia kemudian meminta aliran air kepada korban Lina Marlina. Namun korban justru menjawab dirinya pun tak kebagian air.

Keduanya pun cekcok mulut. Ketika pertengkaran itu terjadi, Ade Sumarna datang. Ade lalu menanyakan apa yang terjadi sambil menarik kerah baju terdakwa. Hal ini dibalas oleh terdakwa dengan melakukan hal yang sama.

Pertengkaran antara Jufri dan Ade ini dilerai para tetangganya. Ade lalu menuju pintu rumahnya. Sedangkan Jufri mengambil pisau lalu menghampiri Ade.

"Ketika korban Ade tengah berada di depan pintu, terdakwa Jufri langsung menusukan pisau ke arah dada korban," kata JPU Miptahurohman.

Ade kemudian terjengkang dan terdakwa kembali menusukan pisaunya berkali-kali hingga korban tewas bersimbah darah.

Setelah itu Jufri keluar dari rumah korban mengejar Lina, dari arah belakang terdakwa lalu menusukan pisau ke punggung Lina. Selanjutnya secara membabibuta terdakwa menusukan pisau kembali ke arah dada dan wajah korban. Lina pun tewas seketika.

Setelah membunuh pasutri tersebut, Jufri yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual cilok itu lalu menyerahkan diri ke Mapolsekta Kiaracondong. (san)

Penulis: Ichsan
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help