Pilgub Jawa Barat

Banyak yang Bertanya Kenapa? Emil Tak akan Baper Jika Ada yang Membully ''Maaf Saya Unfollow''

Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah,menyenangkan semua orang

Banyak yang Bertanya Kenapa? Emil Tak akan Baper Jika Ada yang Membully ''Maaf Saya Unfollow''
TRIBUN JABAR/TIAH SM
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bertekad bulat untuk maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Jawa Barat. Sejumlah partai politik telah diajak berbicara, namun belum ada ikatan.

Ridwan Kamil terbuka kepada siapapun untuk memberikan dukungan, termasuk partai politik. Minggu (19/3/2017), Partai Nasdem memberikan dukungan nyata kepada Ridwan Kamil dengan melakukan deklarasi pengusungan dirinya menjadi gubernur Jabar.

Ridwan Kamil diarak kader Nasdem dan dinaikkan di atas sisingaan. Acaranya sangat meriah. Seusai acara, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, menyebut Ridwan Kamil sebagai anak muda yang perlu didukung untuk bisa maju memimpin bangsa.

Sebelum dan pascadeklarasi dukungan Nasdem kepada Ridwan Kamil, banyak warga Jawa Barat, termasuk netizen yang menanggapi negatif dan bertanya-tanya, mengapa Ridwan Kamil 'bergandengan tangan' dengan Nasdem. Banyak Netizen yang mengaitkan Nasdem dengan riuhnya Pilkada DKI Jakarta yang dalam prosesnya diwarnai dengan hebohnya kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan salah satu peserta pilkada DKI Jakarta.

Menjawab banyak pertanyaan, mengapa Ridwan Kamil menerima dukungan Nasdem, pria yang akrab disapa kang Emil ini, memberikan 7 poin jawaban kepada masyarakat Jawa Barat dan netizen, melalui akun resmi Facebook miliknya.

Ia mengatakan, jika ada banyak pengikutnya di media sosial membully gara-gara maju di Pilgub Jabar dan menerima pinangan Nasdem, lalu mengtakan ""saya akan jadi pembenci akang sekarang", "maaf saya unfollow" , "bye kang RK" dkk, Emil melihatnya hal itu sebagai sebuah takdir yang harus diterima karena masuk ke dunia politik.

"Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah, sampai kapanpun, menyenangkan semua orang. Tinggal karya dan pengabdian yang akan menjawab semua itu," kata Ridwan Kamil, sejam yang lalu, Senin (20/3/2017).

Dia juga menjelaskan bahwa majunya di Pilgub Jabar bukanlah karena syahwat politik, seperti pandangan sebagain orang. Karena jika itu adalah syahwat politik, maka Emil sudah menerima pinangan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta.

"Orang berpikir ini semata syahwat politik? kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time. Janji Bandung belum beres? betul. Namun masih ada 2 tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi."

Ridwan Kamil berjanji akan menuntaskan siswa waktu kerjanya sebaik-baiknya untuk membereskan sejumlah persoalan yang masih membekap Kota Bandung.

Halaman
12
Penulis: dia
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help