TribunJabar/

Banjir

Atasi Banjir Baleendah, 113 Warga Cieunteung Siap Terima Kompensasi dari BBWS

Menurut Ketua RW 20, Jaja (50), setiap lahan yang dibebaskan memiliki harga yang berbeda . Untuk yang berada di wilayah pinggir . . .

Atasi Banjir Baleendah, 113 Warga Cieunteung Siap Terima Kompensasi dari BBWS
TRIBUN JABAR/SYARIF ABDUSSALAM
ILUSTRASI: Warga mengungsi menggunakan perahu di Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Rabu (26/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

BALEENDAH, TRIBUNJABAR.CO.ID - 113 pemilik rumah dan bidang tanah di RW 20 Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah telah bersedia lahannya dibebaskan untuk pembangunan kolam retensi.

Mereka menerima penawaran harga pembebasan lahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dalam musyawarah yang digelar di Lapangan Futsal Dua Putri di Jalan Siliwangi, Baleendah, Senin (20/3/2017).

Menurut Ketua RW 20, Jaja (50), setiap lahan yang dibebaskan memiliki harga yang berbeda . Untuk yang berada di wilayah pinggir jalan utama, warga mendapatkan kompensasi sebesar Rp 10-11 juta per 14 meter persegi (tumbak), tergantung dari lokasi dekat jauhnya dari akses jalan utama.

"Semuanya ada sekitar 149 rumah dari 113 kepemilikan, alhamdulillah harga ini naik dibandingkan saat tahun 2012 yang hanya dikisaran Rp. 4,4 juta pertumbaknya," ucap Jaja ketika ditemui Tribun seusai pertemuan.

Jaja mengatakan, di RW 20 sendiri tidak semua warga langsung menyetujui kompensasi. Pasalnya, kata Jaja, ada 21 warganya dari masih menimbang-nimbang tawaran tersebut.

"Bagi warga yang menolak akan diberikan tenggat waktu 14 hari, kalau masih belum memutuskan akan diselesaikan di kejaksaan," katanya.

Di RW 20, baru tiga dari empat RT yang masuk ke dalam musyawarah gelombang pertama. Sedangkan RT 4 RW 20 dan beberapa RW lainnya akan masuk ke musyawarah gelombang kedua yang rencananya akan digelar sekitar Juni atau Juli 2017 mendatang.

Dari hasil musyawarah, kata Jaja, BBWS mengalokasikan dana sebesar Rp. 33 miliar untuk gelombang pertama. Apa yang dilakukan oleh BBWS, ucapnya, sedikitnya telah menghilangkan keresahan warga.

"Sebelumnya penawaran ini telah dilakukan sejak 2012, tapi melihat perkembangan pada 2016-2017 mulai berubah, terima kasih pemerintah," kata Jaja.

Kendati telah menyetujui kompensasi yang diberikan, Ade Kuraesim warga RT 2 RW 20 belum mengetahui kapan pencairan kompensasi tersebut. Dari 7 tumbak tanah yang dimilikinya, Ade akan mendapatkan ganti sekitar Rp. 138 juta.

"Saya belum tahu mau pindah kemana, uangnya juga kan belum di tangan, cukup-cukupin saja, urusan nanti kalau keterima uang, itu gimana suami," ucap Ade yang tinggal bersama suami dan mertuanya itu.(dam)

Penulis: dam
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help