TribunJabar/

Busana

Songket Cantik Manis Paling Digemari Wanita Bandung

"Bandung lebih suka songket yang berwarna soft," ujar pemilik Dua Beradek Songket Faisal saat ditemui di Grha Manggala Siliwangi Bandung, Sabtu (11/3)

Songket Cantik Manis Paling Digemari Wanita Bandung
TRIBUN JABAR/ISA RIAN FADILAH
Songket Palembang 

BERAGAM busana khas Palembang dipamerkan di stan Duo Beradek Songket saat pameran Jabar Batik Bordir dan Aksesori 2017 di Grha Manggala Siliwangi, 8-12 Maret 2017. Selain songket sebagai busana utamanya, kain jumputan, batik jepri, dan blongsong pun tersedia di sini. Sebagian besar busana di sini dirancang untuk wanita.

Jumputan dibuat dari beberapa bahan, yakni katun, doby, dan visca. Busananya cenderung jatuh, lembut dan penuh warna yang menyegarkan mata. Sebagian jumputan diberi warna dari batang pohon.

Jumputan dibuat dengan cara diikat, kemudian diberi pewarnaan. Pengeringannya pun tidak menggunakan panas matahari, hanya dibiarkan kering oleh angin.

Duo Beradek Songket memproduksi 500 potong kain jumputan setiap bulannya. Produsen songket asal Palembang ini aktif mengikuti pameran-pameran busana di berbagai kota sepeti Bandung Jakarta Surabaya Medan dan Makassar.

Di Bandung, songket cantik manis menjadi produk yang paling digemari konsumen. Untuk songket, kain berwarna merah menjadi busana yang paling diminati pelanggan.

"Bandung lebih suka songket yang berwarna soft," ujar pemilik Dua Beradek Songket Faisal saat ditemui di Grha Manggala Siliwangi Bandung, Sabtu (11/3).

Di tahun ini, Duo Beradek Songket mengandalkan kain batik jepri dan jumputan. Untuk jumputan, bagian atas dibuat dengan cara dilukis sedangkan bagian bawah dijumput.
Dua Beradek Songket punya koleksi songket benang emas jantung. Busana ini terbuat dari benang emas sutra dan pembuatannya memakan waktu hingga empat bulan. Songket mewah ini dihasilkan dari songket-songket berbenang emas. Benang emasnya saja yang diambil kemudian ditenun ulang. Satu set songket emas jantung dibanderol Rp 150 juta.

"Sudah ada pelanggan yang membelinya dari Jakarta," ungkapnya.

Perawatan songket perlu diperhatikan agar kualitas bahan tetap terjaga. Jika tidak dipakai, songket lebih baik digulung. Setiap enam bulan sekali songket dikeluarkan dan dibiarkan terkena angin. Jika kotor, songket hanya perlu dicuci dengan dry clean. Setelah itu, songket tak perlu dijemur di panas matahari.

"Diangin-angin saja tidak usah dijemur matahari," ucapnya.

Beragam busana Duo Beradek Songket dipatok mulai Rp 200 ribu hingga Rp 1,5 juta. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help