TribunJabar/

4.000 Hektare Lahan Pertanian untuk Budidaya Minapadi

Tahun ini Kementrian Pertanian menyediakan 4.000 hektare lahan pertanian baru untuk budidaya Minapadi

4.000 Hektare Lahan Pertanian untuk Budidaya Minapadi
Mumu Mujahidin
Para penyuluh pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia mengikuti workshop dan penyuluhan terkait Minapadi di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (16/3). 

LEMBANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tahun ini Kementrian Pertanian menyediakan 4.000 hektare lahan pertanian baru untuk budidaya Minapadi (teknologi tepat guna pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi). Sejauh ini teknologi Minapadi baru berkembang satu persen dari luas lahan pertanian yang ada di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI E Herman Khaeron mengatakan mina padi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi lahan sawah irigasi untuk peningkatan pendapatan petani. Sistem minapadi merupakan cara pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi.

"Minapadi sudah berkembang sejak lama, sebagai sistem untuk meningkatkan pendapatan para petani. Dengan cara ini ada pendapatan lain, masyarakat tidak hanya memanen padi tapi juga ikan, namun teknologi ini masih terbatas, baru di wilayah tertentu saja," tuturnya seusai acara Workshop Pengembangan Minapadi bagi Penyuluh Pertanian dan Perikanan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (16/3/2017).

Teknologi minapadi ini memiliki keunggulan dengan peningkatan produksi padi mencapai 10-20 persen atau sekitar 7-8 ton per hektar per sekali panen. Salain itu sistem ini saling menguntungkan karena karena efesiensi penggunaan pakan mencapai 50-10 persen.

"Ikan dapat membantu pengendalian hama padi sedangkan kotoran ikan dapat menjadi pupuk bagi padi dan memperbaiki struktur tanah dengan efesiensi pemanfaatan lahan 80 persen dan bibit padi 20 persen," ujarnya.

Diakui Herman teknologi minapadi ini belum berkembang secara baik di Indonesia karena semakin sempitnya lahan pertanian. Sehingga sektor pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani karena kebutuhan perekonomian belum bisa terpenuhi oleh produk pertanian.

Dari 8 juta lahan sawah dan potensi mina padi sekitar 4,9 persen dan yang termanfaatkan baru mencapai kurang dari satu persen dari luas lahan pertaniaan yang ada di Indonesia.

"Tahun ini ada 4.000 hektar tambahan di luar lahan yang sudah ada full paket. Dan di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) ada 240 paket semoga menjadi motivasi baru bagi pelaku-palaku usaha di sektor pertanian dan perikanan untuk melakukan kombinasi usaha di dua sektor tersebut," tutur dia.

Dikatakan Herman 4.000 hektar lahan baru tersebut akan tersebar di seluruh wilayah pertanian di Indonesia dengan syarat kemampuan air di wilayah tersebut cukup, karena teknologi mina padi ini membutuhkan teknis irigasi yang baik.

Dikatakan Herman sejauh ini kendala budidaya minapadi terdapat pada pengelolaan air yang masih terbatas. Selain itu Kementrian Pertanian selama ini baru fokus pada peningkatan produksi pajale (padi, jagung dan kedele) belum pada pengembangan peningkatan pendapatan petani.

Berdasarkan data Kementrian Pertanian percontohan budidaya minapadi sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya di 2015 di Provinsi DI Yogyakarta dan Sumatera Barat. Di 2016 terdapat 9 provinsi dengan 12 kabupaten/kota serta di 2017 di beberapa kabupaten dan kota seperti Tanjung Jabung Barat, Pasaman Barat, Aceh Besar, Sukabumi, Pangandaran, Temanggung, Surakarta, dan Banjarnegara. (aa)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help