TribunJabar/

Pendidikan

Hati-hati Pilih Sekolah Kedinasan di Situs Panselnas, Bila Melakukan Ini Bisa Dinyatakan Gugur

Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler IPDN, Ervin Fahlevi mengatakan, jika calon salah menentukan pilihan sekolah kedinasan . . .

Hati-hati Pilih Sekolah Kedinasan di Situs Panselnas, Bila Melakukan Ini Bisa Dinyatakan Gugur
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
ILUSTRASI: Sebanyak 897 calon praja muda dikukuhkan Gubernur IPDN, Ermaya Suradinata menjadi praja muda IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (10/9). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

JATINANGOR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Calon pendaftar seleksi praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun anggaran 2017, diimbau untuk lebih teliti saat akan menentukan pilihan sekolah kedinasan dalam negeri secara online di situs resmi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) milik Kemenpan RB.

Kepala Sub Bagian Humas dan Protokoler IPDN, Ervin Fahlevi mengatakan, jika calon salah menentukan pilihan sekolah kedinasan lainnya selain IPDN di situs tersebut maka tidak dapat dilakukan secara ulang.

Kasubag Humas dan Protokoler IPDN, Ervin Fahlevi.
Kasubag Humas dan Protokoler IPDN, Ervin Fahlevi. (TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA)

"Pilihannya hanya sekali. Kalau misal calon pendaftar salah mengeklik bukan IPDN maka tidak dapat diulang kembali. Kalau memilih dua maka dinyatakan gugur. Makanya kami himbau harus hati-hati saat mengeklik," ujar Ervin saat ditemui Tribun di ruang kerjanya di Kampus IPDN Jatinangor, Rabu (15/3/2017).

Ervin mengatakan, di situs resmi Panselnas ada delapan sekolah kedinasan sebagai calon pendaftar. Kedelapan sekolah kedinasan tersebut diantaranya PKN STAN, IPDN, STTD, Poltekip dan Poltekim, BIN/STIN, BPS/STIS, BMKG/STMKG dan Lemsaneg/STSN.

Menurutnya, sudah banyak aduan dari orang tua calon pendaftar seleksi praja IPDN yang kurang hati-hati untuk memilih sekolah kedinasan secara online yang dibuka sejak 9 Maret lalu. Ia meminta agar calon pendaftar di sisa waktu pendaftaran online hingga 31 Maret untuk lebih teliti lagi.

"Sudah banyak aduan ke call center kami. Padahal sudah ada peraturan dan syarat ketentuannya. Tapi nampaknya tdak dibaca teliti. Kami juga tidka bisa membantu karena hanya satu kali pilihan klik saja," katanya.

Pihak IPDN tidak dapat membantu untuk pengulangan pilihan sekolah kedinasan kepada para calon pendaftar yang sudah terlanjur memilih sekolah kedinasan lainnya karena itu kewenagan dari Panselnas.

"Yang menerima pendaftaran kan Panselnas bukan kami. Panselnas yang mengarahkan hasil pemdaftarannya ke kami. Kami hanya sebagai penerima hasil pendaftaran," katanya.(raw)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help