TribunJabar/

Beton Jembatan Rel Kereta Api di Purwakarta Bergeser

Belum ada retakan yang membahayakan namun ada sedikit pergerakan tanah. Jika melihat desain awal memang ada antisipasi jika ada gerakan tanah

Beton Jembatan Rel Kereta Api di Purwakarta Bergeser
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Jalan retak di bawah jembatan rel kereta api di Kampung Cisuren, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, foto diambil Minggu (12/3/2017). 

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Direktorat Perkereta Apian Kementerian Perhubungan meninjau lokasi Jembatan Rel Kereta Api Cisuren, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/3/2017). Mereka membawa konsultan ahli struktur, Arvila Deli Triyana.

Pada kesempatan itu, Arvilla mengaku belum bisa menjelaskan ihwal teknis struktur jembatan yang diduga terkena dampak pergerakan tanah. Itu karena baru kunjungan pertama dan ia belum melihat desain awal.

"Belum ada retakan yang membahayakan namun ada sedikit pergerakan tanah. Jika melihat desain awal memang ada antisipasi jika ada gerakan tanah, tapi mungkin pergerakan tanah yang terjadi saat ini melebihi yang diperkirakan. Indikatornya ada (penahan tebing) yang bergeser karena pergerakan tanah," kat Arvilla di lokasi jembatan.

Hanya saja, ia mengakui bahwa pergerakan tanah yang ada di daerah itu berpengaruh pada kondisi jembatan. "Pergerakan tanah memang berefek ke struktur atas jembatan. Tapi bukan karena jembatannya, melainkan karena pergerakan tanahnya. Tapi yang pasti tidak ada keretakan yang mengkhawatirkan," ujar dia.

Hasil pantauan visual, Arvilla menyebut pilar nomor 6 penahan beton jembatan terlihat parah karena kondisi pergerakan tanahnya sudah parah. Akibat kerusakan pilar 6, dua beton jembatan di atas pilar sudah saling menahan atau diduga sudah tidak berada di posisi semula. Singkatnya, ada perubahan posisi di dua jembatan yang disangga tiga pilar, karena kerusakan pilar nomor 6.

"Hanya saja saya belum bisa pastikan pergeserannya sampai berapa sentimeter. Namun, kalau melihat perubahan posisi beton jembatan (yang sudah saling menahan) sudah dekati 10 milimeter. Tapi itu belum data pasti," katanya.

Menurutnya, kondisi itu membahayakan bagi aktivitas kereta api. "Bahaya, kalau terus bergeser harus ditahan. Nanti perlu sensor untuk mengecek seberapa besar pergerakan tanah yang berimbas ke pilar jembatan," ujar dia. (men)

Penulis: men
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help