Jenazah Pembina Pencinta Alam Ditemukan 20 Km dari Titik Pertama Hanyut di Sungai Cisokan

Untuk segera ditemukan, kalau terlambat saja, jenazah sudah 3 hari di air itu akan tenggelam dan akan muncul kembali ke permukaan pada hari ke-7

Jenazah Pembina Pencinta Alam Ditemukan 20 Km dari Titik Pertama Hanyut di Sungai Cisokan
TRIBUN JABAR / DIAN NUGRAHA RAMDANI
Kantong berisi jenazah Eko Haspari (35) di Puskesmas Ciranjang, Senin (13/3/2017).  

CIANJUR, TRIBUN - Jasad Eko Haspari (35), pembina perhimpunan pecinta alam, Mapak Alam Universitas Pasundan ditemukan tim rescue dari Kantor Basarnas Bandung, BPBD Kabupaten Cianjur dan PMI Kabupaten Cianjur, Senin (13/3/2017). 

Eko tenggelam di sungai Cisokan, Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur pada Sabtu (11/3/2017) sore. Dia ditemukan tak bernyawa pada Senin (13/3/2017) pagi di Gua Lalay, Kecamatan Sukaluyu. 

"Tempat ditemukannya berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi pertama dia hanyut," ujar Rudi Syahdiar, Ketua PMI Kabupaten Cianjur di Puskesmas Ciranjang. 

Rudi mengatakan, jenazah Eko ditemukan tidak lama dari tim rescue melanjutkan pencarian yang kemarin sore sempat terhenti. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk memudahkan keluarga dari Rancaekek, Kabupaten Bandung mendatanginya. 

"Untuk segera ditemukan, kalau terlambat saja, jenazah sudah 3 hari di air itu akan tenggelam dan akan muncul kembali ke permukaan pada hari ke-7. Jika hari ketujuh tidak ditemukan, sudah kemungkinan jenazah ditemukan sangat sedikit karena seterusnya dia akan tenggelam," ujar Rudi. 

Eko tenggelam saat sedang melakukan kegiatan olahraga arus deras di Sungai tersebut. Korban berada dalam kelompok yang beranggotakan 7 orang termasuk korban. Menggunakan sebuah perahu karet, mereka turun ke sungai dari Bojongpicung, Sabtu, hingga perahu yang mereka gunakan tiba di Leuwi Rahong.

Kelompok tersebut lantas beristirahat. Beberapa orang mandi di di Curug Cidukuh di Leuwi Rahong itu, termasuk Eko. Namun, tidak seperti yang lain, Eko mandi tanpa menggunakan pelampung dan akhirnya tenggelam ditelan arus. Pukul 14.50, korban tak terlihat lagi. 

Eko sempat dikejar oleh beberapa orang dalam di kelompoknya. Nahas, pria itu tak terkejar. Mahasiswa-mahasiswa yang dibinanya lantas berlarian ke pemukiman warga untuk meminta pertolongan. (ram)

Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help