TribunJabar/
Home »

Techno

» News

Era Digital, Bahasa Berperan Dongkrak Perekonomian

Dede pun berharap dengan semakin banyaknya relasi yang terjalin di Indonesia, hal itu dapat memberikan semacam "virus" agar . . .

Era Digital, Bahasa Berperan Dongkrak Perekonomian
ISTIMEWA

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Indonesia sangat kaya dengan sumber daya manusia kreatif yang bisa mendongkrak perekonomian bangsa di kancah bisnis ekonomi dunia, khusunya di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan pasar bebas Asia Pasifik. Selain kualitas produk yang harus memenuhi kelayakan standard internasional, pemasaran produk pun diperlukan hingga ke penjuru dunia jika produk-produk Indonesia bisa diterima dengan baik.

Salah satu faktor yang bisa membantu mendunianya marketing produk kreatif Indonesia adalah penguasaan bahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya yang banyak dipergunakan sebagai bahasa alternatif selain bahasa Inggris. Lembaga Altissia, sebagai lembaga spesialis bahasa internasional, hadir di Kota Bandung dan siap memberikan solusi dalam berkomunikasi. Atissia yang berpusat di Belgia dan Singapura untuk wilayah Asia, merupakan pakar pembelajaran jarak jauh di bidang bahasa terkenal yang mempunyai grup di seluruh dunia seperti di Perancis, Spanyol, Brazil, Negara-negara Benelux, Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia termasuk Indonesia.

Manager Marketing Altissia Asia, Dede Darsono, mengatakan bahwa Altissia merupakan sebuah program e-learning khusus untuk bahasa yang menyediakan sebuah platform pembelajaran bahasa khusus yang menggabungkan fungsionalitas unik untuk hasil yang efektif.

"Altissia merupakan solusi mudah belajar bahasa asing. Kami menyediakan tujuh pilihan bahasa yaitu bahasa Inggris, spanyol, Belanda, Jerman, Perancis, Italia dan Portugal. Kami juga mengembangkan keahlian khusus yang tak tertandingi dalam mengelola proyek bahasa untuk institusi publik dalam bidang pendidikan dan sektor swasta,” kata Dede dalam pertemuan Business Networking Bandung (BNB), di Saka Bistro, Bandung, beberapa waktu lalu.

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Manager Project Development Departemen Altissia International S.A Belgium, Thomas Moreau dan Managing Director Altissia Asia PTE LTD Patrick Lodge, Dede mengatakan bahwa metode pengajaran yang diberikan berupa Listening Skill, Reading Skill, Writing Ability dan Speaking Ability. Salah satunya dengan pengenalan progresif, revisi dalam konteks, bicara dan menulis dalam panduan, asimilasi dan pemantapan serta otonomi.

Dede mengatakan bahwa acara BNB merupakan sebuah gagasan dari pihaknya agar seluruh relasi dan rekanan dapat saling bertemu dan bertukar informasi tentang bisnisnya masing-masing, baik antara Altissia dan relasi, maupun rekanan dengan rekanan.

"Kami sangat senang di acara BNB ini, seluruh relasi dapat berkumpul saling bertukar pikiran dan informasi terkait bisnis masing-masing. Dalam pertukaran info ini nantinya diharapkan akan terjalin sebuah realasi bisnis di antara mereka," katanya.

Dede pun berharap dengan semakin banyaknya relasi yang terjalin di Indonesia, hal itu dapat memberikan semacam "virus" agar ada kemauan dari lembaga lain untuk mempelajari bahasa asing, termasuk kepada pebisnis yang bergelut hingga ke level internasional.Menurut dia, dengan penguasaan bahasa asing, maka produk-produk Indonesia bisa diterima dengan baik di luar negeri sesuai dengan apa yang disampaikan produsen kepada konsumen, sehingga konsumen bisa mendapatkan keterangan yang sesuai terkait produk yang akan dibeliknya.

"Itu hanya satu contoh saja, sebab pada dasarnya, di level internasional penguasaan bahasa untuk bisnis dan perekonomian itu mutlak dibutuhkan. Sehingga jika konsumen mendapatkan spesifikasi produk dengan detil mulai dari dasar pembuatan hingga kualitasnya, hal itu dapat mendongkrak penjualan produk dalam negeri ke luar negeri yang secar aotomatis akan mendongkrak perekonomian Indonesia di dunia internasional," katanya. (set)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help