TribunJabar/

Kisah Wida Nurfaida Ditunjuk Menteri Basoeki untuk Tangani Tol Cisumdawu

Saat ini banyak perempuan yang justru menggeluti dunia laki-laki. Akan tetapi, di Indonesia baru pertama kali dan satu-satunya

Kisah Wida Nurfaida Ditunjuk Menteri Basoeki untuk Tangani Tol Cisumdawu
tribunjabar/wisnu saputra
Wida Nurfaida

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Saat ini banyak perempuan yang justru menggeluti dunia laki-laki. Akan tetapi, di Indonesia baru pertama kali dan satu-satunya seorang perempuan yang bertanggung jawab penuh tentang pembangunan proyek jalan bebas hambatan (tol).

Dialah Wida Nurfaida (42). Perempuan kelahiran Jakarta 21 Oktober 1974 yang saat ini tengah menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Ibu dari Gagah Gifari Prasetyo (13) dan Bagas Zharif Prasetyo (10) ini memang diberikan mandat secara penuh oleh Menteri PU-Pera, Basoeki Hadimoeljono untuk menangani proyek jalan tol sepanjang 61,6 kilometer itu.

Rencananya, jalan Tol Cisumdawu yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 12 triliun itu, pengerjaannya akan diselesaikan oleh Wida pada akhir tahun 2018. Sehingga, pada awal tahun 2019 jalan bebas hambatan yang digadangkan sebagai aksen menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bisa digunakan.

Wida bahkan tak menyangka akan ditunjuk menjadi Kasatker Tol Cisumdawu. Bahkan ia menyebut bahwa dirinya sendiri adalah salah satu orang yang selalu merasa paling beruntung di dunia ini.

Perempuan lulusan S2 Teknik Sipil Universitas Indonesia ini, memulai karirnya pada tahun 2000 silam di Kementerian PU-PR. Saat itu ia hanya menjadi salah satu staf unit manajemen proyek. Sebelum bekerja di Kementerian PU-PR, ia pernah terjun menjadi seornag kontraktor dan juga seorang konsultan.

Karir di Kementerian PU-PR berjalan mulus karena tanggung jawan dan ketekunannya. Wida lalu dipercaya menjadi Kepala Satuan Kerja Pinjaman dan Hibah Luar Negeri yang juha berkoordinasi untuk mempercepat loan (pinjaman) di Ditjen Binamarga. Proyek-proyek di Ditjen Binamarga tersebut dibiayai dana asing. Seperti ADB, World Bank, Islamic Development Bank, AusAid dan lain sebagainya.

"Ada hal yang lucu saat Pak Menteri menelpon saya menanyakan progres salah satu paket yang dibiayai Islamic Development Bank. Beliau ngasih target," ujar Wida saat berbincang dengan Tribun di Kantor Satker Tol Cisumdawu, Jatinangor, Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.

Telepon dari Menteri PU-PR tersebut merupakan telepon yang pertama kali ia diterimanya selama Wida berkarir di Kementerian PU-PR. Bahkan Wida mengaku pada saat itu juga belum pernah bertemu langsung dengan Basoeki Hadimoeljono.

Setelah ditelepon dan diberikan target, Wida langsung mulai mengerjakan amanat dari pimpinannya itu. Tak butuh waktu lama untuk Wida mendapat jawaban dari pihak Islamic Development Bank. Bahkan, hanya terpaut waktu dua hari dari hari dimana pimpinannya itu telepon.

"Setelah itu saya lapor ke Pak Menteri. Dan saya menemui beliau untuk pertama kalinya sambil menyerahkan hasil persetujuan dari Islamic Develoment Bank. Dan itu berasa saya menjadi perempuan yang sangat beruntung," katanya.

Pada pertemuan tersebut, secara spontan Menteri Basoeki langsung menawarkan Wida untuk bekerja di lapangan. Karena memang Wida sebelumnya ingin bekerja di lapangan, lantas Wida langsung menyetujuinya.

"Nah waktu itu saya langsung ditawari bekerjasi Satuan Kerja Jalan Tol Perbatasan di Kalimantan. Dan tanpa didangka saya saat keluar SK saya di offering untuk bertanggung jawab mejadi Kepala Satker Tol Cisumdawu," kata Wida.(raw)

Penulis: raw
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help