TribunJabar/

Polisi Tiba-tiba Jemput Pedagang Susu dan Seorang Wanita di Sukahaji

Riska Farhati (19) terlihat syok ketika ditemui di kediaman orang tuanya di gang Masjid RT 10/6, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay

Polisi Tiba-tiba Jemput Pedagang Susu dan Seorang Wanita di Sukahaji
shutterstock
ILUSTRASI -- Seorang laki-laki ditangkap polisi dengan cara diborgol. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Riska Farhati (19) terlihat syok ketika ditemui di kediaman orang tuanya di gang Masjid RT 10/6, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (9/3/2017). Rumah orang tuanya didatangi sejumlah pria dan wanita sekitar pukul 09.00 WIB.

Riska mengatakan, pria dan wanita yang mengaku polisi itu mencari seorang wanita bernama Cucu. Cucu merupakan teman kakaknya yang datang ke rumah pada pukul 07.00 WIB. Cucu singgah di rumah orang tua Riska untuk bertemu dengan Fitri uang waktu itu sedang belanja susu murni di Lembang.

"Kami sendiri tidak kenal sama Cucu, cuman tadi pagi-pagi memang ada teman kaka yang ke sini. Tiba-tiba ada polisi datang mencari dia. Saya jadi bingung," kata Riska.

Riska sempat menjawab tidak ada nama wanita bernama Cucu di rumahnya. Namun seorang pria memintanya untuk tidak berbohong. Dia pun meminta wanita yang ada di lantai dua untuk segera turun.

"Waktu itu memang teman kakak sedang ada di lantai dua. Setelah ketemu, pria itu bertanya ke teman kakak apakah benar bernama Cucu atau bukan. Teman kakak itu jawab iya," kata Riska.

Dikatakan Riska, setidaknya enam pria masuk ke dalam rumahnya duduk di ruang tamu. Adapun tiga wanita masuk ke dapur. Di luar, kata dia, masih banyak pria yang terlihat siaga. Pria yang ada di ruang tamu pun berbincang-bincang dengan Cucu.

"Mereka bilang kenapa dia (Cucu) kabur-kaburan. Cucu kemudian diminta ikut mereka. Katanya untuk tes DNA," kata Riska seraya menyebut Cucu dibawa bersama seorang anaknya berusia sekitar 12 tahun.

Di waktu yang sama, suami Fitri, Soleh Abdurahman (38), ikut dibawa ketika sedang berada di bengkel yang lokasi tak jauh dari rumah. Soleh yang merupakan pedagang susu itu ditangkap enam pria di depan bengkel milik Alin di Gang Masjid RT 7/10.

"Informasi kurang tahu jelas. Cuman memang suami saya dijemput orang waktu mau servis motor. Teman saya (Cucu) juga dibawa dari rumah ibu saya," kata Fitri ketika ditemui di kediamannya di Gang Bahpian dalam RT 9/6 Kelurahan Sukahaji.

Fitri pun tak mendapatkan pemberitahuan soal suaminya yang dikabarkan dibawa polisi itu. Menurutnya, belum ada pihak yang datang untuk menemuinya soal suaminya.

"Tidak ada yang menghubungi sampai saat ini. Suami saya tidak tahu dibawa kemana, motornya juga dibawa. Dibawanya karena apa saya juga tidak tahu," kata wanita bercadar ini.

Pemilik bengkel, Alin (40), membenarkan suami Fitri dibawa polisi. Menurutnya, enam pria yang mengaku polisi membawa Soleh ketika berada di depan bengkelnya.

"Saya di luar lagi cat, Pak Soleh datang mau ganti ban. Tba-tiba ada tiga orang lari cepat langsung memeluk dia. Tiga lagi bawa motor dia. Pak Soleh dan motornya dibawa ke arah jalan raya," kata Alin.

Alin sempat menanyakan enam pria maksud memeluk Soleh. "Mereka menjawab polisi," kata Alin yang tak percaya Soleh yang dikenal orang baik itu dibawa polisi. "Saya tidak tahu kasus apa," kata dia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian. (cis)

Penulis: cis
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help