TribunJabar/

ADVERTORIAL

13 Ritase Sampah Diangkut UPT Baleendah Sejak Januari 2017

Ditemui ditempat berbeda, Kepala DLH Asep Kusumah menanggapi serius permasalahan ini. Menurutnya, . . .

13 Ritase Sampah Diangkut UPT Baleendah Sejak Januari 2017
ISTIMEWA
Pemkab Bandung 

BALEENDAH, TRIBUNJABAR.CO.ID - Menanggapi permasalahan pengangkutan sampah di pasar Baleendah Kabupaten Bandung yang dianggap lamban, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan Sampah Wilayah Baleendah M Saefulloh mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sarimukti sebanyak 13 ritase sejak bulan Januari lalu.

“UPT kebersihan pasar Baleendah telah melakukan pengangkutan sampah, yakni pada Januari sebanyak 9 ritase dengan kapasitas masing-masing 8 M3/hari dan 4 ritase pada bulan Februari dengan menggunakan 1 unit truk kapasitas yang sama,” ungkap Saefulloh di ruang kerjanya, Kantor UPT Kebersihan, Baleendah Rabu (8/3/2017).

Tumpukkan sampah yang ada, lanjut Saefulloh, mulai diangkut kembali oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama UPT Kebersihan hari ini. Dengan melibatkan 10 unit truk sampah yang beroperasi di Baleendah, Dayeuhkolot dan Banjaran. Selain itu, untuk mengantisipasi kelebihan angkut, pihaknya juga menggundakan 2 unit truk sampah dari Unit Reaksi Cepat (URC) DLH dan 2 unit truk milik Badan Pengelolaan Pasar Regional (BPSR).

“Volume sampah yang masuk ke pasar Baleendah mencapai 20 M3/hari, dan bukan saja bersumber dari pasar Baleendah, namun terkadang banyak pihak luar yang sengaja membuangnya ke wilayah ini. Kami telah melakukan upaya pengangkutan beberapa kali dengan memaksimalkan prasarana pendukung yang ada,” imbuhnya.

Ditemui ditempat berbeda, Kepala DLH Asep Kusumah menanggapi serius permasalahan ini. Menurutnya, sampah yang berada di beberapa pasar ini,bukan saja bersumber dari pasar itu sendiri, tapi juga dari berbagai sumber, termasuk dari wilayah lain yang sengaja membuangnya ke pasar.

“Kami menanggapi serius permasalahan sampah di pasar, karena penyebabnya berasal dari berbagai sumber, bahkan dari wilayah luar. Sampai saat ini DLH dan UPT sudah berupaya maksimal, berdasarkan pantauan petugas di lapangan, setidaknya 50 ritase truk sudah melakukan pengangkutan sampah ke TPS Sarimukti selama 2 hari kebelakang,” pungkas Asep.

Asep menuturkan, bahwa sesungguhnya tanggungjawab pengelolaan sampah ini bukan hanya oleh petugas saja. Pihak pemilik kiospun seharusnya ikut andil dalam pengelolaan kualitas lingkungan. Dalam hal ini, lanjut Asep kios bisa mengatur hasil buangan sampah yang mereka hasilkan, sehingga dampak negatifnya bisa diminalisir.

“Pemilik kios minimal bisa memilah sampah yang mereka hasilkan sendiri, bukan sekedar menumpuknya, karena ini telah menjadi tanggung jawab bersama, baik penghasil maupun pengelola sampah pasar”ucap Dia. (Adv)

Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help