Kuliner Bandung

Cireng Salju Tanpa Pengawet Ini Rasanya Penuh Sensasi

Saat dimakan, cilok tidak mengeluarkan minyak yang biasanya terdapat di bagian tengah bersama . . .

Cireng Salju Tanpa Pengawet Ini Rasanya Penuh Sensasi
ISA RIAN FADILAH
Cireng Salju 

Laporan Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID - BERTEKSTUR renyah di bagian luar, lembut di dalam. Begitulah sensasi Cireng Salju. Dibuat dengan tepung tapioka yang melimpah membuat cireng ini tak lengket saat digoreng. Setelah matang pun, cireng tidak menyerap minyak. Dengan tambahan bumbu rujak, cireng terasa lebih segar, pedas, asam, dan manis. Anda yang tak suka pedas pun tak perlu khawatir. Cireng masih bisa disantap dengan bumbu kacang yang tak kalah lezatnya.

Cireng Salju biasa dijajakan di event kuliner di sekitar Bandung. Di sana, pelanggan bisa langsung menikmati cireng yang dipotong-potong kecil. Cireng pun dibuat dalam bentuk kemasan mentah. Ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang ingin menikmatinya bersama keluarga di rumah dalam keadaan hangat. Dibuat tanpa msg, Cireng Salju kemasan 20 butir cukup besar dengan ukuran 500 gram. Cireng ini mampu bertahan tiga hari pada suhu ruangan lantaran dibuat tanpa bahan pengawet. Jika disimpan di chiller, cireng bisa bertahan hingga dua minggu. Di suhu yang lebih dingin seperti freezer, cireng masih layak konsumsi dua bulan.

"Cireng Salju kalau dingin tidak keras, tetap empuk karena dibuat dari bahan-bahan yang sehat," ujar agen Cireng Salju Panyileukan, Nisa Nurhayati di Trans Studio Bandung, kemarin.

Cireng Salju banyak diminati pelanggan di event kuliner. Dalam sehari 50 porsi cireng matang terjual. Itu belum termasuk cireng mentah. Tak kurang 20 bungkus cireng mentah pun terjual dalam sehari.

Tak hanya cireng yang bisa dinikmati di sini. Kudapan lainnya berbahan aci pun bisa disantap, yakni cilok. Berbeda dengan cilok pada umumnya yang menggunakan tetelan, cilok di sini berisi daging sapi yang sudah dimasak dan diberi bumbu.

Saat dimakan, cilok tidak mengeluarkan minyak yang biasanya terdapat di bagian tengah bersama tetelan. Cilok produksi Cireng Salju bisa disajikan dengan dikukus, digoreng, atau direbus. Cilok pun dibuat dalam kemasan mentah, di dalamnya dilengkapi bumbu saus pedas atau kacang. Satu bungkus cilok berisi 25 butir seberat 370 gram.

Selain bisa dipesan di setiap event kuliner di Bandung, Cireng Salju pun bisa dipesan melalui aplikasi Go Food. Cireng dan cilok tersebut bisa dinikmati dengan harga Rp 21 ribu.

Cireng lezat yang tak menyerap minyak lainnya juga bisa didapat di Cireng Galing Nyinden. Cireng di sini terkenal dengan beragam rasanya, seperti terasi, cengek, keju, oncom, kornet, dan tentunya original.

Dari cara memasaknya, Cireng Galing Nyinden punya teknik tersendiri. Cireng tidak digoreng saat minyak panas seperti kebanyakan. Justru cireng ini digoreng semenjak minyak masih dingin.

Cireng pun digoreng sampai teksurnya mengering, menguning, dan kriuk. Dengan begitu, cireng tergoreng sempurna. Seluruh bagian cireng matang dan tidak berminyak karena cireng telah sepenuhnya kering.

"Kalau cireng digoreng pas minyak panas, hasilnya cuma luarnya aja yang kegoreng, dalamnya enggak. Terus berminyak cirengnya. Kalau kami punya teknik sendiri ngegorengnya. Pas minyak masih dingin cireng sudah dimasukin," ujar pemilik Cireng Galing Nyinden, Wenny Lafrosia, saat ditemui di kedainya, Jalan Talaga Bodas No 75, Bandung, beberapa waktu lalu.

Cireng Galing Nyinden pun aktif di komunitas foodtruck Bandung. Dengan mobilnya, Cireng Galing Nyinden kerap mengikuti berbagai festival kuliner di berbagai kota seperti Jakarta Bogor Tangerang Bekasi dan Karawang. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help