TribunJabar/

Warga Ingin Situs Bojong Karangkamulyaan Lebih Bagus, Parkir Juga Harus Transparan

Tokoh masyarakat, perangkat desa dan tokoh pemuda dari Desa Karangkamulyaan Kecamatan Cijeungjing Ciamis Kamis (2/3/2017) siang mendatangi DPRD Ciamis

Warga Ingin  Situs Bojong Karangkamulyaan Lebih Bagus, Parkir Juga Harus Transparan
Andri M Dhani
DISINGGAHI WISATAWAN - Masjid Baitul Azis Situs Karangkamulyaan Ciamis banyak disinggahi wisatawan dan pengguna jalan jalur selatan.

CIAMIS, TRIBUNJABAR.CO.ID – Tokoh masyarakat, perangkat desa dan tokoh pemuda dari Desa Karangkamulyaan Kecamatan Cijeungjing Ciamis Kamis (2/3/2017) siang mendatangi DPRD Ciamis. Mereka mendesak keseriusan Pemkab Ciamis untuk penataan dan pengembangan objek wisata Situs Bojong Karangkamulyaan (peninggalan sejarah Kerajaan Galuh Purba abad ke VII).

Kehadiran warga Karangkamuyaan tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD Ciamis Mamat Rahmat, Ketua Komisi II DPRD Ciamis Ganjar M Yusuf dan anggota KOmisi II DPRD Ciamis di ruang rapat utama DPRD Ciamis.Juga hadir pada kesempatan tersebut Kadisbudpora Ciamis Max Sofyan SE, Kadis Pariwisata Drs H Toto Marwoto MPd, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Atap Drs H Wasdi Ijudin MSi, Kadis Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup Drs H Oman Rohman MM serta pejabat terkait lainnya.

Tak hanya mendesak pengembangan dan penataan objek wisata Situs Bojong Karangmulyaan pada kesempatan tersebut perwakilan masyarakat Karangkamulyaan juga mempertanyakan bagi hasil retribusi karcis masuk objek wisata Karangkamulyaan.

“Sejak tahun 2015 sampai sekarang, Desa Karangkamulyaan tidak lagi menerima bagi hasil retribusi karcis masuk. Padahal tahun-tahun sebelumnya desa (Karangkamulyaan) mendapat bagi hasil retribusi sebesar20%. Rata-rata setiap tahun Objek Wisata Budaya Karangkamulyaan menghasilkan PAD dari karcis masuk sebesar Rp 50 juta,” ujar Pjs KadesKarangkamulyaan Mulyana pada kesempatan tersebut.

Namun sejak terbitnya Perbup No 27 tahun 2015, tentang bagi hasil PAD Karcis masuk objek wisata untuk desa setempat, menurut Mulyana pihak desa yang lokasi objek wisata akan mendapat bagi hasil sebesar 10%. Selain baginya hasilnya makin kecil, namun bagi hasil PAD karcis masuk tersebut tidak diterima pihak sejak tahun 2015.

Kadis Pariwisata Ciamis, Drs H Toto Marwoto padakesempatan yang sama menyebutkan bahwa bagi hasil PAD karcis masuk tersebut akan diperoleh bila pemasukan karcis masuk mencapai target.

“Tapi intinya hasil dari pertemuan ini adalah bagaimana mengembangkan objek wisata Situs Bojong Galuh Karangkamulyaan menjadi objek wisata unggulan Ciamis yang dapat memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat,”tegas Toto Marwoto.

Pihak Dinas Pariwisata Ciamis menurut Toto Marwoto dalam waktu dekat akan memasang saluran komunikasi di objek wisata seluas 25 hektare tersebut. Juga akan melakukan penataan pagar keliling objek wisata mengingat pagar besi di sekeliling objek saat ini sudah banyak rusak. Berikut penataan tempat parker.

“Kami berharap ada dukungan dari masyarakat untuk memperjuangkan lahan eks rest area seluas 2 hektar milik Pemprov Jabar di samping Situs Karangkamulyaan bisa dikelola untuk pengembangan objek wisata Karangkamulyaan. Pengembangan kawasan objek wisata akan lebih bermakna bila ada dukungan dari berbagai kalangan masyarakat,” katanya.

Menurut Toto, lahan eks rest area seluas 2 hektare yang merupakan asset Pemprov Jabar tersebut sudah puluhan tahun terlantar dan terkesan kumuh yang sebenarnya bisa di kelola untuk menunjang objek wisata Katangkamulyaan. Misalnya dijadikan areal parker, objek pendukung, fasilitas seni dan budaya atau dijadikan gerai pemasaran berbagai oleh-oleh khas Ciamis seperti Pasar Sukawati di Bali.

Selain itu menurut Toto, hutan cagar budaya Situs Karangkamulyaan seluas 25 hektare tersebut bisa ditambah perannya sebagai arboretrum, hutan koleksi yang berfungsi edukasi dan konservasi. “Bagi pengunjung yang biasa masuk objek wisata budaya Situs Bojong Galuh Karangkamulyaan akan menikmati kesan yang sejuk, nyaman dan hening karena keberadaan hutan cagar budayaseluas 25 hektare dengan pohon-pohon yang usianya sudah ratusan tahun. Di dalamnya terdapat 9 objek peninggalan sejarah. Dan dipintu masuknya ada Gong Perdamaian Dunia. ,” ujar Toto.

Ketua Komisi II DPRD Ciamis Ganjar M Yusuf menyatakan siap untuk memperjuangkan pengelolaan lahan 2 hektare eks rest area milik PemprovJabar tersebut.(sta)

Penulis: sta
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help