Menemukan Definisi dari Buku Tanah Air dan Sunda Karya Hawe Setiawan

Acara Diskusi Bedah Buku "Tanah dan Air Sunda" karya Hawe Setiawan sukses digelar di Graha Tribun Jabar, Jalan Sekelimus Utara 2-4

Menemukan Definisi dari  Buku Tanah Air dan Sunda Karya Hawe Setiawan
tribunjabar/fauzie pradita abbas
Acara Diskusi Bedah Buku "Tanah dan Air Sunda" karya Hawe Setiawan yang digelar di Graha Tribun Jabar, Jalan Sekelimus Utara 2-4, Bandung, Sabtu, (4/3/2017). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Acara Diskusi Bedah Buku "Tanah dan Air Sunda" karya Hawe Setiawan sukses digelar di Graha Tribun Jabar, Jalan Sekelimus Utara 2-4, Bandung, Sabtu, (4/3/2017).

Sedikitnya acara tersebut diikuti oleh sekitar 60 orang, dan acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh Sunda dan juga tokoh pendidikan serta kalangan mahasiswa.

"Buku ini sangat bagus, namun pembaca tidak akan menemukan definisi dari penulis, jadi mereka (pembaca) harus bisa mendefinisikan sendiri buku Tanah Air dan Sunda karya Kang Hawe," Ujar salah satu narasumber Diskusi Buku Tanah Air dan Sunda, Bambang Q Anees.

Adapun menurut narasumber kedua dalam acara Diskusi Buku Tanah dan Air Sunda karya Hawe Setiawan yakni Wawan Gunawan mengatakan bahwa buku tersebut cukup bagus dan banyak membahas soal pentingnya melestarikan budaya sunda.

"Buku ini bagus, menambah khazanah literatur kajian kesundaan, ini juga menunjukan etos bahwa kebudayaan sunda masih hidup," ujar Wawan Gunawan selaku narasumber Diskusi Buku Tanah Air dan Sunda kepada Tribun.

Wawan mengatakan sekarang ini banyak orang yang kembali kepada kearifan lokal, tapi dikatakan Wawan itu terlalu kembali kepada sesuatu yang lama, kesannya seolah-olah ingin kembali kepada idealisme lama.

"Kalo Kang Hawe ini tidak hanya berbicara soal Sunda "Kamari" tapi juga berbicara soal Sunda "Kiwari" kenapa itu penting, karena Sunda kiwari mempunyai persoalan yang penting, jadi itu harus dipecahkan juga," kata Wawan.(abs)

Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved