Kaviar untuk Very Very Important Person, Menu Utama Raja Arab Selama di Pesawat

Anak perusahaan Garuda Indonesia, Aerofood ACS menyiapkan sejumlah makanan khas Timur Tengah selama penerbangan Very Very Important Person

Kaviar untuk Very Very Important Person, Menu Utama Raja Arab Selama di Pesawat
thinkstock
kaviar 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Anak perusahaan Garuda Indonesia, Aerofood ACS menyiapkan sejumlah makanan khas Timur Tengah selama penerbangan Very Very Important Person (VVIP) Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan selama berkunjung ke Indonesia.

Untuk makanan pembuka, yang disajikan adalah hummus, canapé, kaviar, berbagai roti pilihan. Menu utama terdiri dari nasi basmati; aneka daging seperti daging sapi, daging kalkun, daging kambing, juga daging ayam; dan aneka seafood salah satunya lobster.

Hidangan penutup yang dipesan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi adalah aneka pastry dan es krim hingga kopi Arab. Salah satu makanan yang menarik perhatian adalah hidangan pembuka Raja Salman, yakni kaviar.

Seperti apa kaviar itu? Head Chef Cassis Kitchen, Christoper Herlambang dan Executive Sous Chef Amuz Gourmet, Abu Halim berbagi cerita tentang kaviar kepada KompasTravel.

Christopher mengatakan kaviar (Acipenser fulvescens) adalah makanan yang terbuat dari telur ikan Sturgeon yang telah diproses dan digarami. Ikan sturgeon sendiri hidup di sekitar Laut Kaspia, berbatasan dengan negara-negara seperti Iran, Azerbaijan, Rusia, dan Kazakhstan.

"Dari ikan sendiri ada dari ikan sturgeon, tapi ada banyak jenis kaviar. Ada Beluga, Ossetra, dan Sevruga," kata Christopher, Jumat (3/3/2017).

Menurutnya, kaviar sendiri adalah jenis makanan pembuka dan juga bisa disajikan sebagai makanan utama. Jika untuk makanan pembuka, kaviar biasa disantap langsung bersama mini pancake atau putih telur yang direbus.

"Kalau untuk makanan utama, biasa buat garnish. seperti saya buat makanan lobster ditaburi kaviar," tambahnya.

Christopher menyebut kaviar bisa disajikan dalam keadaan panas maupun dingin. Bisa juga dikombinasikan dengan ikan tuna.

"Biasanya pemesan kaviar itu dari Eropa dan Amerika. Tapi tidak tertutup juga Asia banyak yang pesan. Karena saya juga buat menu Asia menggunakan kaviar," ujar Christopher.

Abu Halim dari Amuz Gourmet menceritakan hal yang sama dengan Christopher. Ia mengatakan ikan Sturgeon sendiri hidup di Sungai Yangtze. Rasa dari kaviar cenderung amis dan asin. Kaviar sendiri disajikan mentah, atau masih berbentuk telur.

"Rasa gurih terasa itu dari asinnya. Makannya kaviar itu fresh (tak dimasak)," tambahnya.

Kaviar sendiri berukuran kecil, tidak sebesar kelereng. Biasanya kaviar dikemas dengan kaleng kecil. Kaviar berwarna hitam. Namun menurut Abu, kaviar yang berkualitas tinggi adalah yang berwarna putih dan keemasan.(*)

Editor: fam
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help