Menikmati Keindahan Panorama Bandung Sambil Berbelanja di The Parlor

Sebuah one stop shopping yang menyediakan tempat makan, belanja, berfoto menjadi satu dengan pemandangan alam indah tentu memiliki daya tarik

Menikmati Keindahan Panorama Bandung Sambil Berbelanja di The Parlor
tribunjabar/isa rian fadilah
The Parlor 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Sebuah one stop shopping yang menyediakan tempat makan, belanja, berfoto menjadi satu dengan pemandangan alam indah tentu memiliki daya tarik yang tinggi. One stop shopping tersebut membuat pengunjung tak perlu menghabiskan waktu dengan berkunjung ke banyak tempat. Belum lama ini tempat lengkap tersebut hadir di daerah Dago Atas Bandung, yaitu The Parlor.

The Parlor sebagian besar menawarkan kuliner yakni sebanyak 70 persen. Sedangkan sisanya, 30 persen adalah pakaian, aksesori motor, kaca mata kayu, dan mainan. Total ada sebanyak 12 toko di dalam areal The Parlor yang memiliki luas 4000 m persegi. Selagi menunggu pesanan makanan datang, pengunjung bisa cuci mata dengan berjalan-jalan mengunjungi beberapa toko pakaian. Anda yang gemar berfoto, berjalanlah ke ruangan yang dinamakan The Space. Di sini adalah ruangan yang diperuntukkan untuk foto. Tempat ini seringkali digunakan oleh komunitas seni untuk menampilkan karya-karyanya. Belum lama ini, dipamerkan lukisan-lukisan beragam ukuran. Ruangan ini pun cukup luas, terbagi menjadi dua bagian yakni di dasar dan di bagian atas.

Naik ke atas, anda akan mendapati resto yang dikelilingi oleh toko-toko pakaian. Di bagian pojok pun terdapat sebuah truk kuning berisi koleksi mainan. Di depan resto terdapat sebuah balkon yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati kuliner. Di balkon ini, anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam Dago atas yang menyejukkan mata. Naik ke atas lagi, pengunjung akan mendapat suasana yang berbeda. Di sini pengunjung bisa bersantai di sebuah bean bag, yaitu bantal besar yang diletakkan bersama meja kecil. Spot yang dinamakan the attics inilah yang paling disukai pengunjung sejauh ini.

The Parlor mengusung konsep industrial restaurant. Tempatnya didesain dari material besi, bata, dan kayu yang simpel dan artistik. Terlihat seperti bangunan yang belum jadi, tapi begitulah adanya. 

The Parlor memiliki beberapa brand pakaian yakni 3 Second, Greenlight, Famo, Moutley, dan FMC. Sedangkan toko lainnya seperty The Cage, Hefty Gram, Vans, Pickers, dan Tesmak merupakan produk kerjasama dengan sistem konsinyasi.

Meski belum lama beroperasi, popularitas The Parlor sudah sangat tinggi. Di akhir pekan saja sebanyak 500 hingga 600 pelanggan berkunjung ke tempat ini dalam sehari. Di awal pekan pun, meski tidak terletak di tengah kota, tempat ini dikunjungi oleh 200-an pengunjung.

"Bagi pengunjung dari Jakarta, (The Parlor) sedang booming banget kata majalah dari Jakarta yang meliput ke sini. Banyak orang Jakarta yang buat Vlog di tempat ini. Kata mereka tempat ini seperti tempat yang wajib dikunjungi orang Jakarta yang berkunjung ke Bandung," ujar asisten kepala operasional The Parlor Royu Ayyamil, saat ditemui di tempat tersebut Jalam Rancakendal Luhur No 9 Kabupaten Bandung, kemarin.

Salah satu menu terfavorit di sini adalah nasi dori sambal matah. Menu ini terdiri dari nasi, 300 gram ikan dori dibalut tepung krispi, siraman sambal matah, mentimun, tomat dan kuah yang disajikan terpisah. Tak tanggung tanggung, sebanyak 1500 porsi nasi dori sambal matah habis terjual dalam waktu satu bulan.

Renyah krispinya bertemu lembut dan empuknya dori di dalamnya. Pedasnya sambal matah semakin membuat penikmatnya bernafsu menghabiskannya. Kuah pun menyumbang rasa sendiri yang tak kalah lezatnya. Menu ini bisa dinikmati dengan harga Rp 29 ribu.

Pelanggan pun banyak memesan minuman stroberi cheese milkshake. Menu di sini didominasi dengan makanan khas Indonesia. Total ada lebih dari 50 menu yang bisa dipilih pelanggan.

"Pelanggan dari Bandung 60 persen. Luar kotanya 40 persen," katanya. The Parlor memiliki 150 kursi. Meski terhitung banyak, tempat ini kerap tak mampu menampung banyaknya pengunjung di akhir pekan. Sebagian dari pelanggan rela menjadi daftar tunggu untuk bisa menikmati makanan di sini di akhir pekan. The Parlor beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00.

Untuk menuju kawasan ini bisa dari beberapa alternatif jalan bisa dari kawasan Dago terus naik ke atas hingga bertemu gerbang Dago Resort, lalu masuk ke Jalan Rancakendal, atau alternatif kedua dari kawasan Ciwastra masuk ke Jalan Cigadung Raya lalu masuk ke Jalan Rancakendal.(ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help