TribunJabar/

Kurs Mata Uang

Rupiah Diprediksi Sedikit Melemah

Dari dalam negeri belum ada data ekonomi terbaru. Alhasil, tidak ada sentimen yang bisa menopang kurs rupiah dari dalam negeri

Rupiah Diprediksi Sedikit Melemah
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Rupiah berhasil ditutup menguat di akhir pekan lalu. Tetapi, penguatan rupiah tampaknya akan terhenti hari ini.

Jumat (24/2), kurs spot rupiah naik 0,15% menjadi Rp 13.331 per dolar AS. Kurs tengah rupiah versi Bank Indonesia naik 0,18% ke Rp 13.336 per dolar AS.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menjelaskan, ada potensi terjadi ketegangan politik antara Cina dan AS. Pasalnya, Donald Trump menyebut Cina sebagai jawara manipulator mata uang.

Ini berpotensi menimbulkan gejolak mata uang di Cina dan berimbas pada mata uang Asia lainnya. "Apabila kekhawatiran ini masih terjadi di pasar global bukan tidak mungkin rupiah terkena dampak negatifnya,"kata David.

Sementara dari dalam negeri belum ada data ekonomi terbaru. Alhasil, tidak ada sentimen yang bisa menopang kurs rupiah dari dalam negeri.

Terlebih lagi, sebagian data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu cukup bagus, sehingga mendorong dolar AS menguat. David memprediksi rupiah Senin (26/2) akan melemah terbatas.

TapiResearch and Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra punya pendapat berbeda. Agus memprediksi dolar AS berpotensi kembali melemah. Sebab Trump cenderung terlambat menerapkan kebijakan pajaknya.

Hal ini bisa membuat pasar pesimistis melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi AS ke depan, di masa kepemimpinan Trump. "Selama minyak dunia bisa naik maka rupiah bisa pertahankan penguatan tipisnya," analisa Agus.

Agus memprediksi pada hari ini rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 13.270-Rp 13.380 per dolar AS. Sedangkan David memperkirakan kisaran pergerakan rupiah antara Rp 13.300-Rp 13.370 per dolar AS. (kontan)

Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help