TribunJabar/

Wisata

Menikmati Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas, Bercengkrama Sampai Puas dengan Tiket Murah

Menggelar tikar untuk duduk bercengkrama bisa dilakukan di mana pun di setiap sudut kebun raya. Namun, yang paling lumrah adalah di lapangan tengah Ka

Menikmati Bunga Sakura di Kebun Raya Cibodas, Bercengkrama Sampai Puas dengan Tiket Murah
TRIBUN JABAR/ DIAN NUGRAHA RAMDANI
Salah satu spot berkumpul wisatawan di Kebun Raya Cibodas, Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. 

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Suasana asri dengan udara sejuk bisa juga dinikmati tanpa harus mendaki Gunung Gede di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Berkunjung ke Kebun Raya Cibodas (KRC), suasana serupa bisa didapat.

Suasana sejuk itu diperindah dengan kehadiran pohon-pohon sakura di Kebun Raya yang bersebelahan dengan kantor Balai TNGGP di Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Berwisata dengan membawa serta keluarga dan anak-anak ke kebun raya ini, akan sangat berkesan. Cukup membayar tiket Rp 9.000 per orang, siapapun dapat bermain sepuasnya di tempat ini.

Selayaknya kebun, sangat jarang ditemukan kursi dan meja untuk duduk bersantai. Satu-satunya tempat duduk adalah tikar yang disewakan ibu-ibu warga setempat.

Biaya sewa tikar berukuran 2 x 2 meter itu Rp 5 ribu per jam. Tikar tersebut adalah selembar plastik berwarna biru. Ibu-ibu akan setia mengikuti setiap pengunjung hingga yang diikuti mau menyewa tikarnya.

Menggelar tikar untuk duduk bercengkrama bisa dilakukan di mana pun di setiap sudut kebun raya. Namun, yang paling lumrah adalah di lapangan tengah Kafe KRC, di dekat taman paku-pakuan.

Taman yang luas dan seperti bukit kecil ini sangat indah. Pohon-pohon besar menjulang dan rimbun di beberapa sudutnya.

Selain sekedar menggelar tikar, pengunjung bisa juga berkeliling melihat sejumlah tanaman langka koleksi KRC. Seperti ke taman lumut, taman sakura, bunga bangkai, kantung semar, dan lain sebagainya.

Pengunjung juga bisa menikmati perjalanan ke curug Ciismun yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan kaki dari lapangan tempat menggelar tikar itu.

Wahana air juga bisa ditemukan di Jalan Air. Sungai yang mengalir di taman tersebut secara sengaja dibuat melintasi jalan. Baik pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas, tentu akan basah karena air tersebut.

Air yang tumpah ke jalan ini langsung menjadi air terjun ke sungai di bawahnya. Tempat ini pun salah satu favorit keluarga. Sungai yang tidak dalam menjadi tempat asyik untuk anak-anak bermain air.

Di bantaran sungai ini, ada juga koleksai tanaman sakura yang diambil dari pegunungan Himalaya. Tanaman-tanaman sakur ini berbunga biasanya dua kali dalam setahun. Yakni, antara Januari-Februari atau Agustus-September.

Di KRC, taman sakura tampaknya tidak berada di satu kompleks. Namun ditanam di beberapa titik. Bunganya sendiri lebih kecil dibanding bunga dari pohon yang tumbuh di negara asalnya. (ram)

Penulis: ram
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help