Kuliner

Renyah Cireng Nyinden Bikin Lupa Berapa Banyak yang Kamu Makan

Dari cara memasaknya, Cireng Galing Nyinden punya teknik tersendiri. Cireng tidak digoreng saat minyak panas

Renyah Cireng Nyinden Bikin Lupa Berapa Banyak yang Kamu Makan
ISA RIAN FADILAH
Cireng Nyinden 

CIRENG bisa dianggap sebagai kudapan yang hampir disukai semua orang. Makanan ini sering membuat penikmatnya ketagihan. Saking nikmatnya, Anda tak akan pernah sadar berapa banyak cireng yang telah dilahap. Jika ingin cireng yang bikin ketagihan, datang saja ke Cireng Galing Nyinden. Cireng di sini terkenal dengan beragam rasanya, seperti terasi, cengek, keju, oncom, kornet, dan tentunya original.

Dari cara memasaknya, Cireng Galing Nyinden punya teknik tersendiri. Cireng tidak digoreng saat minyak panas seperti kebanyakan cireng. Justru sebaliknya, cireng ini digoreng semenjak minyak masih dingin.

Cireng pun digoreng sampai teksurnya mengering, menguning, dan kriuk. Dengan begitu, cireng tergoreng dengan sempurna. Seluruh bagian cireng matang dan tidak berminyak karena cireng telah sepenuhnya kering.

"Kalau cireng digoreng pas minyak panas, hasilnya cuma luarnya aja yang kegoreng, dalamnya enggak. Terus berminyak cirengnya. Kalau kami punya teknik sendiri ngegorengnya. Pas minyak masih dingin cireng sudah dimasukin," ujar pemilik Cireng Galing Nyinden, Wenny Lafrosia, saat ditemui di kedainya jalan Talaga Bodas No 75 Bandung.

Aci yang menjadi bahan dasar cireng pun tak sembarangan. Hanya aci tertentu yang dipakai untuk membuat cireng. Rasa pedas berasal dari cengek yang telah dicampur dengan adonan, begitu pun varian rasa terasi.

Cireng dibuat tanpa campuran bahan pengawet. Setelah diproduksi, cireng mampu bertahan maksimal 30 hari di dalam lemari pendingin. Cireng divakum untuk pemesanan dalam dan luar kota. Pada suhu normal, cireng vakum tersebut hanya bertahan lima hari.

Cireng Galing Nyinden direspons sangat positif oleh pasar lantaran kualitas rasanya. Cireng ini dipesan oleh konsumen seluruh Indonesia. Untuk memenuhi permintaan konsumen, setiap hari diproduksi minimal 50 kilogram cireng. Saat ramai bahkan bisa menyentuh 130 kilogram cireng dalam sehari. Cireng disajikan dengan sambal dari rawit, gula, garam, dan jeruk. Sambalnya pun begitu terasa pedasnya.

"Dulu kami sering bikin cireng untuk camilan keluarga. Cireng kan penganan ciri khas Bandung. Jangan sampai punah ini makanan khas Bandung. Jadi saya mulai jual," kata Wenny yang juga menjalani aktivitas sebagai vokalis band.

Cireng Galing Nyinden pun aktif di komunitas foodtruck Bandung. Dengan mobilnya, Cireng Galing Nyinden kerap mengikuti berbagai festival kuliner di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Karawang.

Cireng Galing Nyinden sudah memiliki 7 gerai franchise dan sekitar 150 reseller di seluruh Indonesia. Untuk foodtruck, Cireng Galing Nyinden bisa dikunjungi di Jalan Lombok no 10 atau parkiran stadion Siliwangi setiap Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. (ee)

Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help