TribunJabar/

Rehat Sejenak di Braga Punya Cerita

MAGNET Jalan Asia Afrika-Braga Kota Bandung bertambah kuat selepas Konferensi Asia Afrika. Dari ribuan orang yang memanfaatkan jalan ini untuk wisata

Rehat Sejenak di Braga Punya Cerita
istimewa
Braga Punya Cerita 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- MAGNET Jalan Asia Afrika-Braga Kota Bandung bertambah kuat selepas Konferensi Asia Afrika. Dari ribuan orang yang memanfaatkan jalan ini untuk berwisata, mungkin hanya segelintir saja yang mengerti sejarahnya saat pulang ke rumah.

Hal ini yang menjadi niat dari Irfandie Adi Pradana (24) mendirikian sebuah tempat beristirahat, makan, santai, atau berkumpul rekan kantor, sekaligus mengenal lebih jauh sejarah Jalan Braga. Sedikit panjang dari tempat santai makan biasanya ia memberi nama tempat tersebut Braga Punya Cerita.

Sebuah tempat baru yang berada persis di tengah-tengah Jalan Braga. Tidak mengubah gedung heritage awal, lulusan Teknik Mesin dan Penerbangan ITB ini hanya memberikan sentuhan- sentuhan sejarah di setiap ruangannya. Braga Punya Cerita memiliki dua lantai. Pada lantai pertama diberikan kesan bahwa tempat tersebut sangat nyaman dan bersahabat.

Berbeda dengan deretan gedung di sebelahnya, kaca pintu ditiadakan dan diganti dengan menempatkan kursi meja bahkan ada sebuah sepeda kuno di bagian depan. Sekitar lima puluh pejalan kaki dalam hitungan menit, pasti akan melirik, menoleh, lalu mengamati sebentar tentang Braga Punya Cerita. Tak sedikit tentunya yang masuk dan menjadi pelanggan setia tempat ini.

"Dulu teras ini sebuah pintu kaca, kita rubah menjadi teras agar kesan tertutup menjadi terbuka," kata Irfandi.
Duduk di satu kursi dimanapun di ruangan ini, kita akan disapa dengan pengetahuan sejarah. Nomor tempat kursi di sana berbentuk sebuah buku yang menceritakan sejarah tentang Braga. Jadi, sambil menunggu pesanan kita bisa membaca buku kecil tersebut. Selain membaca buku, kita juga bisa melihat lukisan-lukisan di dinding yang masih bertema seputar sejarah Jalan Braga.

"Menu di sini kita sesuaikan dengan keinginan warga yang menghabiskan siang dan malamnya di Jalan Braga. Siang menu makan siang untuk para pekerja dan malam ada menu kopi serta menu lainnya," ujarnya sambil menyebutkan bisa makan kenyang dengan efisien karena harga yang dibanderol cukup terjangkau.

Naik tangga dari kayu menuju lantai II, kita akan melihat timeline foto-foto Wali Kota Bandung yang menjabat dari awal hingga saat ini. Foto tersebut dibuat dengan pensil hitam putih sehingga memberikan kesan tempo dulu yang kuat.
"Untuk lukisan kita buat berwarna di lantai satu, ini agar ruangan ini welcome untuk segala usia," katanya.

Di lantai dua kita akan menemukan beberapa lukisan pensil lainnya seperti rumah makan pertama yang berdiri di Jalan Braga, dan bank pertama yang didirikan Belanda dan bentuk serta rupanya masih sama seperti saat pertama kali dibangun. Dari setiap lukisan yang terpampang, akan ada sedikit ulasan dan keterangan mengenai gambar-gambar bersejarah tersebut. Penasaran karena tak cukup waktu untuk menyelesaikan bacaan, di kasir tersedia juga beberapa buku sejarah Braga yang bisa didapatkan.

"Penasaran dengan kisah Braga, semoga Braga Punya Cerita ini menjadi jawaban. Saya berharap mereka yang berkunjung, selain santai dan berfoto juga memiliki kenangan tentang Braga, jadi bisa saja nanti sampai di rumah masing-masing bikin tagline baru seperti Braga Punya Kenangan misalnya," ujarnya.

Tempat yang ia bangun tersebut berawal dari sebuah mimpi dan keinginan. Setelah sukses mengembangkan Natural Strawberry Land and Resto milik orangtuanya di Lembang, kini ia bersama teman-temannya bersyukur bisa mendapat kesempatan berkarya di Braga Punya Cerita.(*)

Penulis: fam
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help