Taman Situ Buleud dan Taman Surawisesa Hanya Dibuka Pagi dan Sore

"Ini orang terserah mau komentar negatif, pengelolaan fasilitas taman itu perlu pengaturan. Di negara maju pun sama, taman hanya dihuni saat jam-jam t

Taman Situ Buleud dan Taman Surawisesa Hanya Dibuka Pagi dan Sore
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Air mancur Sri Baduga di Situ Buleud, Purwakarta Sabtu (18/2/2017). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Taman Situ Buleud dan Taman Surawisesa yang berada bersebelahan masih akan terbatas untuk diakses warga sehari-hari. Pemkab Purwakarta hanya memberlakukan akses ke dalam taman hanya pada pagi dan sore.

"Dua taman ini tidak akan dibuka seharian, hanya untuk pagi dan sore hari," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau Taman Situ Buleud, Selasa (21/2).

Ia tidak mempedulikan respon negatif atas banyaknya kritik yang disampaikan warga ihwal terbatasnya akses kunjungan ke taman. Menurutnya, taman perlu pembatasan waktu kunjungan.

"Ini orang terserah mau komentar negatif, pengelolaan fasilitas taman itu perlu pengaturan. Di negara maju pun sama, taman hanya dihuni saat jam-jam tertentu," ujar Dedi.

Justru ia mengherankan hanya ada di Indonesia taman bisa diakses selama 24 jam. Alhasil, taman bukan hanya jadi tempat rekreasi, sekaligus jadi tempat maksiat.

"Kalau tidak diatur, orang bisa seharian di taman, kapan kerjanya. Kalau pun orang cari inspirasi di taman, masih bisa di tempat lain. Pelajar juga tidak akan di taman kalau siang hari, kan sore. Makanya dibuka pagi dan sore hari," katanya.

Belum lagi, di area Situ Buleud banyak barang berharga berkaitan dengan piranti Air Mancur Sri Baduga. Tidak hanya di dalam, air mancur mini di luar Situ Buleud juga kerap dicuri.

"Kalau dibuka sepanjang hari disini rawan pencurian, kan banyak piranti alat air mancur. Rawan dicuri. Kalau masyarakat Purwakarta mental disiplin dan merawatnya kaya orang Singapura mah saya buka seharian," kata dia.

Kepala Bidang Informasi Publik pada Dinas Infokom Purwakarta, Hendra Fadly menambahkan selama ini banyak tangan-tangan jail mencuri nozle (piranti penyembur) air mancur di luar taman Situ Buleud.

"Selama ini memang banyak tangan-tangan jahil yang mencuri nozle. Jadi modusnya menggunakan anak-anak remaja, padahal ada yang menyuruh," kata Ucok, panggilan akrabnya. (men)

Penulis: men
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help