TribunJabar/

Kuliner

Warung Langit, Sajikan View Bandung dan Menu Makanan dari Kebun Organik

Tempat makan layaknya cafe dengan bahan bangunan sebagian besar dari kayu dan bambu ini dikelilingi kebun sayuran

Warung Langit, Sajikan View Bandung dan Menu Makanan dari Kebun Organik
TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Seorang pengunjung menikmati bala-bala bayam di Warung Langit di Kampung Cibengang, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan. 

CIMENYAN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tidak hanya makanan atau minuman enak, murah, dan mengenyangkan, yang dicari para pecinta kuliner. Namun kini, makanan yang sehat dan memberikan manfaat baik bagi tubuh kian diminati dan menjadi prioritas. Hal inilah yang menjadi dasar Warung Langit dalam menyajikan hidangan bagi para pengunjung.

Warung Langit terletak di Kampung Cibengang, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Tempat makan layaknya cafe dengan bahan bangunan sebagian besar dari kayu dan bambu ini dikelilingi kebun sayuran dan rempah organik. Cafe ini memiliki view Kota Bandung dari ketinggian perbukitan Dago Pakar.

Hampir semua bahan makanan dan minuman yang disajikan rumah makan di lereng bukit ini berasal dari kebun sayuran organik di sekitarnya. Semua sayuran dipetik segar, sama seperti herbal dan bumbunya yang disediakan setiap harinya.

Salah satu menu favorit di tempat ini adalah bala-bala bayam. Bahan baku yang digunakan adalah lembaran daun bayam yang dipetik segar dari kebun di sekitar Warung Langit. Bahan lainnya adalah rempah yang juga ditanam secara organik di kebun yang sama. Uniknya, bala-bala ini digoreng menggunakan minyak kelapa, bukan minyak kelapa sawit.

Cemilan favorit lainnya adalah ubi goreng almond yang disajikan dengan taburan gula merah. Digoreng dengan minyak kelapa, cemilan ini menjadi sangat renyah di bagian luarnya dan lembut pada bagian dalamnya, menggabungkan rasa manis dan gurih. Cemilan lainnya yang ada di Warung Langit adalah pisang bakar dan sajian kombinasi tradisional dengan modern lainnya.

Berbagai jenis sayuran organik yang berlimpah di sekitar Warung Langit dapat dinikmati juga dalam bentuk semangkuk salad. Salad sayuran ini berisikan daun selada, kubis, mentimun, tomat ceri, apel, dan taburan kacang almond. Dressing yang digunakan bercita rasa asam dari jeruk lemon, dipadu dengan rempah dan minyak zaitun.

Menu utama yang disajikan di antaranya sup ayam kampung yang bahan daging ayamnya berasal dari peternakan tradisional di sekitar warung tersebut. Sup ini disajikan bersama rempah dan sayuran dari kebun organik. Ada juga beberapa jenis nasi goreng berempah.

Tidak hanya digunakan untuk bumbu makanan, rempah yang ditanam di halaman Warung Langit pun digunakan untuk memberi rasa pada sajian minumannya. Di antaranya daun mint, sereh, dan lemon balm yang digunakan dalam berbagai sajian minumannya. Ada juga minuman kopi dengan berbagai cara penyajian.

Pengelola Warung Langit, Asep Kurnia, mengatakan hal terpenting yang disampaikan kepasa para pengunjung melalui menu-menu yang disajikan adalah pentingnya makanan dan minuman sehat. Asupan tubuh yang sehat ini di antaranya adalah berasal dari kebun organik yang tidak menggunakan bahan kimia selama proses penanamannya.

"Kami memiliki konsep tempat makan terpadu dengan pertanian organik. Kita lebih berupaya mengedukasi masyarakat betapa pentingnya pola makan yang sehat, bahannya organik dan tanpa penyedap rasa atau pengawet. Kita sajikan juga view Kota Bandung dari atas bukit," kata Asep di Warung Langit, Sabtu (18/2).

Tempat makan ini berdiri baru selama setahun. Awalnya, tempat ini cukup jarang dikunjungi. Namun melalui publikasi otomatis para pengunjung di media sosial, kini dalam sehari setidaknya Warung Langit menerima 30 bon pembayaran. Harga makanan dan minuman yang disajikan beragam, dari Rp 10 ribu sampai Rp 45 ribu.

Pengunjung asal Sukajadi, Dian Mardiansyah (28), mengatakan memilih makan di Warung Langit bersama teman-temannya karena tertarik dengan pemandangan cafenya yang mengarah ke Kota Bandung dari ketinggian kawasan Dago Pakar. Selain itu, tempat makan ini dianggapnya sangat cozy.

"Makanannya enak-enak dan sehat. Minumannya unik. Biasanya saya memetik sendiri sayurannya di kebun untuk dimasak. Bisa pesan juga bibit tanaman atau bunga sekalian buat ditanam di rumah," kata Dian.

Menurut Dian, lokasi tempat makan ini yang terdapat di tengah kebun dan perkampungan menjadi nilai tambah. Tempat ini menjadi sangat tenang, jauh dari kebisingan kota. Gaya hidup sehat dengan memakan makanan organik, katanya, kini tengah ngetren menjadi gaya hidup warga perkotaan. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help