TribunJabar/

Wisata Jabar

Kawasan Penuh Pesona di Pinggir Bendungan Ini Butuh Investor Untuk Dijadikan Ekowisata

Lahan yang digunakan meliputi lahan milik Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, Perhutani hingga lahan milik warga.

Kawasan Penuh Pesona di Pinggir Bendungan Ini Butuh Investor Untuk Dijadikan Ekowisata
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Kawasan Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta yang ditawarkan Pemkab Purwakarta untuk dijadikan ekowisata. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

PURWAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemkab Purwakarta menawarkan investasi triliunan rupiah di kawasan Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, setelah kawasan itu terakses infrastruktur jalan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purwakarta Tri Hartono menjelaskan pihaknya sudah membuat blue print pengembangan ekowisata tepatnya di Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari, sekitar 40 km dari pusat kota.

"Kami sudah susun blue printnya dan sudah diserahkan ke Kementerian Pariwisata saat berkunjung kesini. Intinya soal pengembangan ekowisata di pinggiran Bendungan Ir H Juanda," kata Tri di kantornya, Jalan Gandanegara, Purwakarta Senin (20/1/2017).

Konsep ekowisata itu dengan mendirikan hotel resort di pinggiran bendungan, wisata alam, dan wisata budaya yang melibatkan kearifan lokal masyarakat sekitar.

"Lahan yang akan digunakan disiapkan 250 hektare dan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 28 triliun. Nilai itu untuk semuanya, termasuk kontruks hingga pembebasan lahan," kata Tri.

Lahan yang digunakan meliputi lahan milik Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, Perhutani hingga lahan milik warga. Pemerintah mengundang pihak ketiga untuk pengembangan wisata tersebut. Menurutnya, kawasan desa yang menghadap ke perairan sangat representatif. Sehingga, itu jadi alasan pemerintah ngotot mengembangkan kawasan itu.

"Apalagi di daerah itu dikenal dengan sentra hutan bambu. Sehingga, kami meyakini bahwa wisata alam hutan bambu akan cocok untuk wisata alam dan yang pasti itu jauh dari keramaian kota," ujar Tri.

Pemerintah serius menggarap proyek ini. Visibility study proyek ini sedang diproses. Hanya saja, kata dia, pemerintah perlu investor untuk mewujudkannya karena anggaran pemerintah tidak akan mencukupi. Pemerintah terinspirasi dengan konsep Danau Como di Italia.

"Kita butuh tangan-tangan investor. Makanya kami berkoordinsi dengan Kementerian Pariwisata supaya dapat didorong juga di level nasional," kata Tri. (men)

Penulis: men
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help