TribunJabar/

Demam Sepatu Roda

Psikolog: Pemainan Sepatu Roda Baik untuk Motorik Anak

Apakah pemainan yang sedang populer di kalangan anak-anak ini memberikan dampak positif bagi mereka?

Psikolog: Pemainan Sepatu Roda Baik untuk Motorik Anak
dok TRIBUN JABAR
Sejumlah anak dari Balance Inline Skate Akademi bermain sepatu roda inline skate di halaman Komando Distrik Militer (Kodim) 0618/BS, Jalan Bangka, Kota Bandung, Sabtu (6/2/2016). Mereka memanfaatkan halaman tersebut untuk beraktifitas karena masih kurangnya ruang apresiasi di Kota Bandung. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Permainan sepatu roda sedang digandrungi anak-anak, tak terkecuali anak-anak di Kota Bandung. Lihat saja, hampir di semua sudut kota, baik di pusat kota, kompleks perumahan, bahkan hingga di kampung-kampung, dapat dijumpai anak-anak sedang bermain sepatu roda.

Apakah pemainan yang sedang populer di kalangan anak-anak ini memberikan dampak positif bagi mereka?

Ketua Program Studi Magister Psikologi Profesi Unisba, Dr Ihsana Sabriani Borualogo MSi, menilai fenomena sepatu roda ini adalah bentuk kerinduan anak akan permainan di ruang terbuka. Sisi positifnya tentu lebih baik daripada anak bermain gadget di dalam rumah. Aktivitas di luar rumah akan merangsang perkembangan fisik anak sekaligus mengontrol gerakan-gerakan tubuhnya (motorik).

Aktivitas seperti ini sangat diperlukan anak usia dini. Mereka bisa mengontrol motoriknya dengan cara bersepatu roda, atau bermain bola, berlari, memanjat, melompat. "Ini penting untuk perkembangan fisik anak karena bermain sepatu roda sangat baik untuk melatih motorik kasar, terutama membantu perkembangan keseimbangan tubuh, otot paha, dan betis," katanya.

Pengamat sosial dari Universitas Airlangga Surabaya Bagong Suyanto mengatakan, fenomena sepatu roda ini adalah bentuk pergeseran dari online game yang sebelumnya banyak digandrungi anak-anak. "Ini berarti ada pergeseran dari permainan online ke permainan yang banyak menggunakan fisik. Permainan anak-anak itu memang seperti siklus mode. Ada pasang surut. Seperti sepatu roda ini, kan, sebenarnya ada sejak lama, hanya saja sekarang booming lagi," katanya.

Dr Suyanto Hadi Sp PD KR dari SMC RS Telogorejo Semarang mengingatkan bahwa, di samping sisi positifnya, harus diwaspadai pula dampak negatifnya, yakni dampak fisik ketika anak jatuh saat bermain sepatu roda dapat menyebabkan luka dan memar, terutama jika jatuh dengan posisi lutut menjadi tumpuan. Jika dibiarkan, dapat terjadi pengapuran pada sendi atau osteoartritis.

"Trauma atau benturan pada sendi bisa mengakibatkan osteoratritis. Pada anak-anak bisa menimbulkan pengapuran sendi secara dini," ujarnya.

Karena itu, dia mengingatkan orang tua yang membelikan sepatu roda untuk anaknya harus menyertainya dengan perlengkapan safety seperti pelindung lutut sebagai antisipasi keselamatan anaknya. (bb/tsm)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help