Senegal Akan Pesan Lagi Pesawat CN235-220 PTDI

PT Dirgantara Indonesia berhasil melakukan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal.

Senegal Akan Pesan Lagi Pesawat CN235-220 PTDI
istimewa
Pesawat PTDI tiba di Senegal 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - PT Dirgantara Indonesia berhasil melakukan ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal. Setelah mendarat di Senegal, Pemerintah Senegal rencananya akan memesan kembali CN235-220 dari PTDI namun dengan konfigurasi Maritime Patrol Aircraft yang akan digunakan untuk Patroli Maritim wilayah Senegal, terutama setelah ditemukan sumber minyak di lautan.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Dakar, Senegal dengan melalui rute Bandung - Medan - Kolombo - Maldives - Pakistan - Riyadh - Khartoum - Chad - Burkina Faso - Dakar, Senegal. Rangkaian ferry flight CN235-220M Multi Purpose Aircraft dari Bandung ke Dakar memerlukan waktu 11 hari dan tiba di Senegal tanggal 6 Januari 2017.

Perjalanan ferry flight ini memberikan pengalaman yang baik bagi pilot maupun crew yang ikut terbang di dalam CN235-220M Multi Purpose Aircraft buatan PTDI. Pilot dari Senegal Air Force, Kepala Operasi Angkatan Udara Senegal, Ndiaye Amadou menyatakan kepuasan terhadap CN235-220M Multi Purpose Aircraft buatan PTDI. Selama perjalanan lebih dari 50 jam terbang dari keberangkatan di Bandung, Indonesia, pesawat dapat membawa seluruh crew dengan aman.

“Pesawat ini sangat mudah digunakan dan memiliki fitur glass cockpit terbaik sehingga memudahkan pekerjaan kami karena mudah digunakan,’’ kata Ndiaye Amadou, Kepala Operasi Angkatan Udara Senegal dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (17/2/2017).

Pesawat CN235-220M Multi Purpose Aircraft yang telah diserahterimakan ke Angkatan Udara Senegal tanggal 27 Desember 2016, menurut informasi dari Angkatan Udara Senegal, pesawat tersebut langsung digunakan untuk Cooperation Assistant Operasi Gambia setibanya di Dakar dari Indonesia. Operasi Gambia merupakan operasi atas adanya sedikit kegaduhan di Gambia karena incumbent president tidak mau mundur dari jabatan untuk digantikan oleh elected president yang baru. Operasi Gambia berjalan dengan sukses sehingga tidak terjadi pertumpahan darah.

Tahun ini, kontrak pembelian pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft sedang dipersiapkan oleh kedua belah pihak, yang nantinya akan ditandatangani dalam waktu dekat. Kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah Senegal, merupakan bukti bahwa produk nasional dapat bersaing di mancanegara.

Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft mampu mengakomodasi 4 mission console, mendeteksi target yang kecil, dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi. (tif)

Penulis: tif
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help