TribunJabar/

Pengetahuan Warga Soal PPGD Masih Kurang, Satlantas Polres Bandung Beri Pelatihan

Msyarakat di tempat kejadian kecelakaan atau TKP adalah ujung tombak penyelamatan awal kepada korban.

Pengetahuan Warga Soal PPGD Masih Kurang, Satlantas Polres Bandung Beri Pelatihan
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Sejumlah warga mendapat pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari anggota Satlantas Polres Bandung yang dipimpin oleh Kanit Lakalantas, Ipda Ridwan S Maulana di Pos Lantas Cileunyi Jalan Raya Cileunyi-Rancaekek, Jumat (17/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

CILEUNYI, TRIBUNJABAR.CO.ID - Banyaknya korban kecelakaan lalu lintas meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Bandung, AKP Donny E Wicaksono melalui Kanit Lakalantas Polres Bandung, Ipda Ridwan S Maulana usai berikan pelatihan PPGD ke masyarakat di Pos Lantas Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (17/2).

Kurangnya pengetahuan masyarakat awam tentang PPGD tersebut membuat Satlantas Polres Bandung terus berupaya untuk memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyrakat.

"Tak dipungkiri, korban kecelakaan sering kali meninggal di TKP. Ini dikarenakan usaha pertama masyarakat untuk menolong korban masih sangat minim. Mulai dari evakuasi, menelpon petugas atau memberikan tindakan hingga membawa ke rumah sakit," ujar Ridwan.

Menurut dia, masyarakat di TKP adalah ujung tombak penyelamatan awal kepada korban. Pasalnya, saat terjadi kecelakaan, petugas kepolisian mau pun tenaga medis tidak bisa datang tepat waktu ke TKP untuk memberikan pertolongan.

Pasalnya, lanjut Ridwan, petugas kepolisian mau pun tenaga medis biasanya menunggu mendapat informasi terlebih dahulu dari masyarajat untuk bergerak ke lapangan. Sehingga, lanjut Ridwan, masyarakat di TKP juga berperan penting dalam menentukan tindakan.

"Maka dari itu Satlantas Polres Bandung lebih fokus memberikan pelatihan kepada masyarakat yang berada di daerah rawan kecelakaan. Tapi kami juga memberikan pelatihan kepada masyarakat di luar daerah rawan kecelakaan. Karena kecelakaan tidak bisa diprediksi," kata dia. (raw)

Penulis: raw
Editor: ddh
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help