TribunJabar/

Jangan Sekali-kali Berada di Jalur Kereta Api, Selain Ancam Keselamatan Dendanya Juga Lumayan

Jalur kereta merupakan jalur yang dilindungi undang-undang. Menurut UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian,

Jangan Sekali-kali Berada di Jalur Kereta Api, Selain Ancam Keselamatan Dendanya Juga Lumayan
TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Salah seorang pengendra roda dua terjatuh saat melintasi jalan perlintasan rel kereta api tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Minggu (27/3/2016). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Jalur kereta merupakan jalur yang dilindungi undang-undang. Menurut UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Jalur Kereta Api adalah jalur yang terdiri atas rangkaian petak jalan rel yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api, termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api.

Demikian diungkapkan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Joni Martinus di Kantor Daop 2 Bandung, Jumat (17/2/2017).

Dengan karakteristik jalur yang khusus seperti itu maka jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api. "Jadi kami tegaskan lagi, tidak boleh ada orang yang berada di lintasan kereta api karena itu sangat membahayakan," katanya.

Menurutnya larangan tersebut jelas dinyatakan dalam pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian. Dalam ayat (1) pasal tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Berdasarkan itu, Joni melarang masyarakat berada di rel kereta api untuk kepentingan apa pun karena dapat membahayakan keselamatan. Pelanggaran terhadap pasal 181 ayat (1) berupa pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007. Joni menghimbau agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api.(tif)

Penulis: tif
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help