TribunJabar/

Bencana Longsor dan Banjir Masih Intai Kabupaten Bandung, BPBD Tetap Siaga

Saat ini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung dalam posisi siaga. Pihaknya juga sudah memyampaikan . . .

Bencana Longsor dan Banjir Masih Intai Kabupaten Bandung, BPBD Tetap Siaga
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Sejumlah anak bermain dikawasan longsor yang menutupi aliran Sungai Cibintinu di Kampung Cibeureum, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat (7/10/2016). Akibat material longsor yang menutupi aliran Sungai Cibintinu bisa berakibat banjir bandang yang mengancam dua desa di kawasan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

RANCAEKEK, TRIBUNJABAR.CO.ID - Intensitas curah hujan diprediksi akan terus meningkat hingga Maret 2017. Dengan kondisi yang seperti itu, potensi bencana alam seperti angin kencang, longsor dan banjir masih bisa terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bandung.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan. Menurut Tata, BPBD Kabupaten Bandung menetapkan masa tanggap siaga bencana hingga Maret 2017.

"Dari prediksi curah hujan yang maish tinggi oleh BMKG hingga bulan Maret. Kami sudah tetapkan masa tanggap bencana hingga akhir Maret. Ini juga instruksi dari Bupati Bandung," ujar Tata kepada Tribun via telepon seluler, Jumat (17/2).

Saat ini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung dalam posisi siaga. Pihaknya juga sudah memyampaikan posisi siaga ke seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bandung untuk melaksanakan piket selama 24 jam.

Selain itu, Tata juga mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk terus siaga menerima informasi tentang kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung. Sehingga, saat ada kejadian bencana alam BPBD Kabupaten Bandung cepat untuk bergerak ke lapangan dan melakukan penanganan. (raw)

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help