TribunJabar/

Medsos Apa Paling Menjanjikan untuk Berjualan? Berikut Pengalaman Produsen Clothing di Bandung

Sistem berjualan online telah memberikan manfaat yang lebih besar bagi para pelaku usaha clothing saat ini.

Medsos Apa Paling Menjanjikan untuk Berjualan? Berikut Pengalaman Produsen Clothing di Bandung
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Bobby Satrio seornag produsen clothing sedang merapikan barang jualan di tokonya, Pacesetter, di kawasan Trunojoyo, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Beralihnya budaya jual beli dari cara offline ke sistem online memang telah mengubah prilaku budaya masyarakat dalam berbelanja. Bukan saja di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.

Hal itu pun berlaku dalam sistem penjualan clothing yang menjadi trade mark Kota Bandung selama ini. Dulu orang masih berbelanja secara konvensional, yakni mengandalkan offline atau bertemu penjual dengan datang langsung ke toko, kini orang cukup buka internet dan barang belanjaan pun bisa langsung diantar.

Sistem berjualan online telah memberikan manfaat yang lebih besar bagi para pelaku usaha clothing saat ini. Seperti dituturkan oleh produsen clothing, Bobby Satrio. Pengusaha clothing Pacesetter ini mengungkapkan bahwa berjualan online kini memberikan keuntungan yang setara dengan offline. Bahkan, menurutnya, dalam waktu-waktu tertentu berjualan online memberikan keuntungan lebih besar. 

Namun demikian, berjualan menggunakan internet pun, menurut Bobby, tidak sekadar mengandalkan website milik sendiri atau media sosial yang kini sedang digandrungi kalangan muda dan dewasa Indonesia. Berjualan online pun katanya, kini tidak bisa secara sembarangan agar bisa memberikan efek menguntungkan.

"Telah terjadi pergeseran segmen online di dunia medsos. Kita tidak bisa mengharapkan berjualan di media sosial satu dengan media sosial yang lainnya akan memberikan keuntungan yang sama, karena kenyataannya hasilnya berbeda," ujar Bobby kepada Tribun di tokonya, Pacesetter, Kawasan Trunojoyo, Kota Bandung, Senin (13/2/2017).

Artinya, menurut Bobby, di medsos pun terjadi pergeseran segmen marketing yang signifikan saat ini. Bobby mencontohkan, jika dulu berjualan di facebook memberikan keuntungan cukup besar, maka kini berjualan di instagram justru memberikan keuntungan yang jauh lebih besar lagi.

"Dalam arti kata lain, berjualan di instagram sekarang lebih efektif dibanding di media sosial lainnya. Setidaknya itu berhasil untuk produk saya, mungkin bisa saja berbeda untuk produk-produk lain," ujarnya.

Namun begitu Bobby menilai bahwa di akun istagram pun kini sudah bermunculan akun-akun yang bersifat promosi yang menjamur sangat banyak. Mulai dari kafe, perhotelan, perkantoran, kuliner, pertokoan, dan lain sebagainya. Begitu pun untuk produk-produk fesyen seperti yang digeluti olehnya.

Hal itu, menurut Bobby, membuktikan bahwa kini berjualan di instagram memberikan sasaran yang lebih efektif dibanding media sosial lain.

"Saya merasa bahwa untuk online, berpromosi di instagram lebih efektif dibanding medsos lainnya, setidaknya saat ini," katanya.

Bobby mengakui bahwa dari penjualan instagram, tokonya bisa mendapatkan penjualan sekitar 50 persen. Sisanya adalah pembeli yang datang langsung ke toko secara offline.

Senada dengan Bobby, pengusaha clothing Gazella, Yongki, mengatakan bahwa penjualan secara online memang sudah membantu tingkat pengeluaran barang yang ada di tokonya. Namun sedikit berbeda, menurut Yongki, penjualan instagram dan facebook, masih memberikan keuntungan yang sama. 

"Masih cenderung sama (penjualan lewat instagram dan facebook). Namun apapun, menurut saya, kini penjualan online banyak membantu peningkatan pemasukan," ujar pengusaha cothing kaos yang banyak bergerak di coral otomotif dan musik ini. (set)
 

Penulis: set
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help