Belanja

Berrybenka, Transaksi Bisa Online, Kalau Mau Coba Busana Bisa ke Gerai Offline

"Pakaiannya di Ciwalk dan PVJ berbeda. Ini fast fashion, artinya 1 jenis baju cuma ada 6-10 item di gerai Berrybenka seluruh Indonesia," katanya.

Berrybenka, Transaksi Bisa Online, Kalau Mau Coba Busana Bisa ke Gerai Offline
ISA RIAN FADILAH
Seorang pengunjung pop-up store Berrybenka tengah melihat koleksi pakaian di toko tersebut di Paris Van Java Mall, kemarin. 

MARAKNYA belanja online termasuk produk busana menjadi anugerah tersendiri bagi konsumen. Akses belanja memang menjadi mudah. Namun keberadaan gerai offline untuk memperkuat toko online tetap dirasa sangat penting. Banyak orang tak cukup bisa diyakinkan dengan gambar produk yang dilihat di internet.

Untuk itu, sebagian dari mereka baru melakukan transaksi setelah melihat dan merasakan langsung barangnya di toko. Kekurangan ini sudah diisi beberapa pelaku usaha busana di Indonesia, termasuk Berrybenka, dengan menyediakan gerai offline bersamaan dengan gerai online. Sistem omni-channel memungkinkan konsumen untuk berbelanja secara terintegrasi. Artinya, produk pada gerai online bisa dicek langsung barangnya pada gerai offline.

Setelah hadir di Ciwalk Oktober silam, gerai Berrybenka hadir pula di Paris Van Java Mall (PVJ). Pada tahun 2017, Berrybenka yang dikenal sebagai busana dengan produk mayoritas wanita (80 persen) ini akan memberikan pilihan yang lebih beragam dengan kategori baru. Kategori baru ini adalah sebuah pakaian curve, dengan ukuran besar.
"Karena banyak permintaan pakaian XL yang ukurannya benar-benar besar, maka kami tahun ini akan mengeluarkan Berrybenka Curve," ujar Managing Director Berrybenka, Danu Wicaksana kepada Tribun di PVJ, kemarin.
Berrybenka pun akan memenuhi kebutuhan konsumen akan pakaian kualitas premium pada tahun 2017 dengan mengeluarkan Berrybenka premium. Berrybenka premium memiliki detail dan jahitan yang lebih baik ketimbang produk reguler.

Ragam koleksi baru bakal menjadi pilihan bagi pelanggan dengan hadirnya toko offline sementara (pop-up store) Berrybenka di PVJ Mall. Jika belum mendapat pakaian yang cocok di gerai Ciwalk, penggemar bisa mengunjungi gerai PVJ lantaran koleksi kedua gerai berbeda.

"Pakaiannya di Ciwalk dan PVJ berbeda. Ini fast fashion, artinya 1 jenis baju cuma ada 6-10 item di gerai Berrybenka seluruh Indonesia," katanya.

Produk Berrybenka memang tengah naik daun. Di Bandung saja, penjualan Berrybenka pada 2016 naik 30-40 persen dalam tiga bulan dibanding tahun 2015.

Berrybenka memiliki total 1.100 merek pakaian. Lima di antaranya merupakan label produksi sendiri sedangkan seribu lebih merek lainnya merupakan kerja sama dengan para pelaku UMKM dari berbagai daerah.

"Lima label produksi kami, penjualannya sebesar 45 persen," ucap Danu.

Berbicara gaya busana, pada 2017 Berrybenka akan mengeluarkan produk berbahan velvet dalam jumlah banyak. Bahan velvet memiliki detail bulu yang lebih kentara meski kecil.

"Menurut staf ahli kami, busana yang akan naik daun pada 2017 ini bahannya velvet. Ada tessels dan off shoulder lebih banyak. Selain itu celana, wide lack pants, tidak ketat lebih kondor lebih nyaman," ujarnya.

Produk Berrybenka antara lain baju, celana, sepatu, tas, topi, gelang, anting, kalung, sendal dan jam. Pelanggan bisa mendapatkan produk-produk Berrybenka dengan harga Rp 100 ribu hingga 200 ribu untuk baju. Untuk tas dan sepatu dipatok seharga Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. (ee)

Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help