TribunJabar/

Krastengel Tauco Buatan Dewi Ini Sudah Merambah Sampai ke Jepang

DEWI Lustiawati (46) telaten memeriksa kerja karyawannya. Dia berkeliling di tempat pembuatan kue miliknya

Krastengel Tauco Buatan Dewi Ini Sudah Merambah Sampai ke Jepang
tribunjabar/dian nugraha ramdani
Satu karyawan menunjukan kue yang sudah dikemas dalam setoples, ‎ di Ramadan Kue, di Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jumat (10/2/2017). ‎ 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- DEWI Lustiawati (46) telaten memeriksa kerja karyawannya. Dia berkeliling di tempat pembuatan kue miliknya di Jalan Kapten Musa, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan/Kabupaten Cianjur. Sesekali, dia berhenti untuk menerima panggilan di telepon genggamnya.

Ada 150 karyawan di Ramadhan Kue, tempat pembuatan kue miliknya itu. Mereka bekerja mulai dari membuat adonan, mencetak kue, mengovennya, hingga mengemasnya dalam stoples dan mengepaknya dalam kotak karton.

Usaha yang dirintisnya sendiri tahun 1996 itu kini melejit. Kue dari kelurahan kecil nan sejuk di Kabupaten Cianjur tersebut sudah sampai ke penghujung Indonesia, di Papua, bahkan sampai ke Jepang.

'Modalnya hanya Rp 300 ribu waktu itu. Dalam pengerjaannya, saya dibantu seorang pembantu rumah tangga,'' ujar Dewi saat berbincang dengan Tribun, Jumat (10/2/2017).

Dalam 5 tahun pertama, Ibu tiga anak itu hanya membuat kue untuk hari raya Idulfitri. Proses kerja yang dilakukan selalu pada saat bulan Ramadan itu, membuat nama Ramadhan melekat pada kue yang Dewi buat. Bukan hanya itu alasannya, anak pertamanya bernama Ramadhan F. Nugraha.

"Pesanan terus berdatangan, hingga kami memutuskan untuk memproduksi kue setiap hari," ujarnya seraya menyebut membuat kue adalah hobinya sejak kecil.

Pesanan yang datang bukan tanpa alasan. Kue yang dibikin Dewi, selain enak dan penampilannya cantik, harganya juga murah. Hanya berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 75 ribu.

Setelah berjalan lima tahun itu, pesanan bukan datang dari keluarga, teman, kolega, dan masyarakat saja. Tetapi dari toko-toko kue, swalayan, hingga supermarket yang berskala nasional. "Sekarang dalam sehari produksi sudah mencapai 150 karton," ujarnya.

Yang paling sering diproduksi adalah kue kering jenis nastar, krastengel, dan vanili, meski ada 50 jenis kue yang diproduksi di tempatnya itu termasuk kue tradisional. Akhir-akhir ini, Dewi juga mengkreasikan tauco, saus kedelai khas Cianjur dengan kuenya. Salah satu hasilnya adalah krastengel tauco.

Konsistensinya selama 21 tahun membuat kue yang kualitasnya terjaga membuat Istri dari Yudi Pratiwi (47) itu mendapat beragam penghargaan. Di antaranya, ‎
Piala UMKM terbaik Sejawa Barat tahu 2005,
Pemuda Pelopor Terbaik Jawa Barat tahun 2005, Gugus Kendali Mutu Ke-2 Jawa Barat tahun 2007, UKM Berprestasi dari Sri Sultan Hamengkubuwono tahun 2008, dan yang paling baru Ramadhan Kue Juara 1 Sidakarya tingkat Jawa Barat tahun 2016.(ram)

Penulis: ram
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help