Eat Drink & Library, Kedai di Cianjur Ini Sediakan Buku untuk Pengunjungnya

Membaca buku sambil menikmati secangkir lemon tea mungkin menjadi pilhan yang tepat untuk menghabiskan waktu.

Eat Drink & Library, Kedai di Cianjur Ini Sediakan Buku untuk Pengunjungnya
tribunjabar/dian nugraha ramdani
Sejumlah siswi SMA membaca buku di sebuah kedai bertema eat, drink, and library di kawasan Panembong, Kabupaten Cianjur, belum lama ini. 

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Membaca buku sambil menikmati secangkir lemon tea mungkin menjadi pilhan yang tepat untuk menghabiskan waktu. Di Kabupaten Cianjur, ada sebuah kedai yang nyaman untuk bersantai, menikmati beragam hidangan dan berlama-lama membaca buku. Kedai ini berkonsep eat, drink, and library.

Tempat bernama Kedai 259 ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda, di kawasan Panembong, Kecamatan Cianjur. Lokasi kedai yang strategis ini hanya berjarak tempuh 5 menit menggunakan kendaraan dari bundaran Supermall Cianjur.

Sang pemilik, Anisha Desiliana Resti (29) membuat kedai dengan nuansa yang hangat. Ornamen kayu berwarna krem mendominasi bangunan kedai, mulai dari pintu, meja, kursi, meja kasir hingga lemari buku.

Beberapa bagian seperti dinding dicat coklat, sedangkan pintu toilet dipulas putih. Terpasang sejumlah lampu dengan nyala kekuningan. Lampu-lampu itu menegaskan kesan hangat.

"Pendirian kedai ini memang dari awal mengedepankan penyediaan buku. Jadi bukan kedai dulu baru buku. Keduanya hadir bersamaan," ujar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad) itu kepada Tribun, Senin (5/2/2017) di Kedainya.

Buku, kata Icha, panggilan Ansiha. Adalah hal yang begitu penting untuk pengembangan potensi generasi muda. Sebab, yang dikhawatirkannya saat ini, buku ditinggaljan oleh banyak orang.

"Orang-orang terutama anak muda lebih memilih browsing di internet karena masing-masing sudah punya telepon genggam yang canggih, sementara buku mereka tinggalkan. Padahal, esensi membaca buku dan hanya membaca sebuah artikel di internet sangat berbeda," ujar Icha.

Sebetulnya Icha ingin sekali membuat perpustakaan. Keinginan itu muncul karena buku-buku koleksinya begitu banyak. Namun dia berfikir, jika hanya perpustakaan, orang mana mau datang.
Karenanya, dia menggabungkan konsep perpustakaan dengan kedai. Orang yang datang bisa menikmati hidangan yang disajikan sambil membaca buku.

Buku-buku yang tersedia pun beragam. Mulai dari novel, buku-buku bertema hukum, dan agama. Pengunjung bisa memilih sendiri buku yang menarik di dua rak besar, tempat buku-buku itu tersusun. "Buku-buku ini baru koleksi pribadi, tetapi mungkin ke depan akan secara berkala kami belanja buku untuk menambah koleksi kedai," ujar perempuan berjilbab itu. (ram)

Penulis: ram
Editor: fam
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help