TribunJabar/

Kreativitas Warga Bikin Tempat Wisata Alam Baru Setelah Jalan Lingkar Barat Dibuka

Selain itu, tempat jatuhnya air dari curug kecil membentuk kolam sedalam kurang lebih dua meter.

Kreativitas Warga Bikin Tempat Wisata Alam Baru Setelah Jalan Lingkar Barat Dibuka
tribunjabar/mega nugraha
Aliran ruas sungai di Desa Ciririp Kecamatan Sukasari yang dimodifikasi warga setempat untuk jadi wisata alam. Kreatifitas warga desa setelah jalur Purwakarta-Sukasari yang masuk jalur lingkar barat hampir rampung dan sudah di bangun jalan beton. 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Meski jalur Lingkar Barat Purwakarta belum rampung dibangun 100%, namun jalur penghubung Purwakarta menuju Maniis di perbatasan Kabupaten Cianjur itu dimanfaatkan warga untuk memberdayakan potensi wisata alamnya.

Sejumlah warga Desa Ciririp Kecamatan Sukasari memanfaatkan aliran Sungai Ciririp di desa itu sebagai wisata alam karena ruas sungai terdapat undakan batu membentuk curug atau air terjun kecil dengan air jernih. Selain itu, tempat jatuhnya air dari curug kecil membentuk kolam sedalam kurang lebih dua meter.

Kondisi alam seperti itu dikembangkan menjadi kreativitas warga. Sederhana, namun diyakini warga akan mendatangkan pengunjung di kemudian hari. Apalagi, akses jalan ke desa itu dari Purwakarta 80 persen sudah jalan beton.

Muhammad Arifin (32) dan puluhan pemuda di desa itu sejak lima bulan terakhir membenahi ruas aliran sungai itu. Terutama, membuka akses masuk dari jalan utama ke lokasi sungai. Tidak hanya itu, mereka juga membuka homestay di perkampungan-perkampungan terdekat dengan lokasi sungai.

"Termasuk memberi arahan pada sejumlah pemuda untuk membuat nasi liwet untuk hidangan bagi pengunjung yang lapar dan home stay bagi yang ingin tinggal," ujar Arif di lokasi tersebut.

Lima tahun terakhir, akses ke desa itu sama sekali belum terjamah lewat jalan darat karena infrstruktur yang buruk. Paling rasional lewat jalur danau dengan menyewa perahu nelayan seharga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Sekarang jalan dari Purwakarta menuju desa ini sudah 80 persen beton, jadi mobilitas warga pakai sepeda motor atau mobil mulai banyak. Jadi akhir-akhir ini banyak para pecinta alam dan para petualang menjelajahi kawasan ini untuk menemukan tempat wisata baru," ujar Arif.

Kondisi itu sebelumnya sudah dibaca sebagai peluang oleh Arif dan rekan-rekannya. Sehingga, niat untuk memberdayakan potensi alam di ruas sungai itu jadi keniscayaan. Menurutnya, selama ini Purwakarta kota dijadikan tempat mencari penghasilan oleh warga dari seluruh desa di Purwakarta.

"Tapi dengan adanya potensi alam ini, tentu saja kami ingin agar warga di desa ini bisa berdaya dengan memanfaatkan potensi alam desa dengan kearifan lokal yang ada disini, sederhananya mah tidak usah jauh-jauh datang ke kota lah, mending di lembur (kampung) saja," ujar Arif.

Ia mengaku saat ini masih terus memodifikasi kawasan itu supaya lebih menarik. Termasuk, melakukan promosi-promosi di berbagai media sosial. (men)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help