TribunJabar/
Home »

Bisnis

» Makro

Areal Kebun Cabai Kini Rawan Pencurian

Cabai Rawit di Petani Masih Rp 85.000 Per Kg

Kecenderungan naiknya harga cabai rawit ini menurut Dede diperkirakan akan terus berlanjut sampai sebulan ke depan.

Cabai Rawit di Petani Masih Rp 85.000 Per Kg
tribunjabar/andri m dhani
Untuk mengenjot produksi cabai, petani cabai kawasan agropolitan di Dusun Sindangkalangon, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukamantri, Ciamis, melakukan terobosan 

CIAMIS, TRIBUNJABAR.CO.ID – Operasi pasar cabai rawit ternyata belum berpengaruh banyak terhadap harga cabai rawit baik di pasar maupun d itingkat petani. Seperti sentra sayur mayur kawasan agropolitan Sukamantri Ciamis dalam dua minggu terakhir malah terus naik.

“Hari ini harga cabai (rawit) di tingkat petani kisaran Rp 85.000/kg padahal hari Rabu (1/2) saya jual masih Rp 83.000/kg. Bahkan dua minggu sebelumnya masih Rp 80.000/kg. Harga cabai rawit memang masih cenderung naik,” ujar Dede Wawan, petani cabai rawit yang juga Ketua Kelompok Tani Cinta Mekar Dusun Nusasireum Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Ciamis kepada Tribun, kemarin.

Kecenderungan naiknya harga cabai rawit ini menurut Dede diperkirakan akan terus berlanjut sampai sebulan ke depan. Mengingat saat ini pasokan ke pasar makin berkurang terlebih setelah areal kebun cabai rawit di Banyuwangi banyak yang terserang hama pateks.”Kecuali kalau cabai (rawit) dari Mataram dan Garut mulai masuk pasar induk di Jakarta dan Bandung,” katanya.

Beberapa bulan terakhir harga cabai rawit di tingkat petani kata Dede memang tak pernah turun di bawah Rp 60.000/kg bahkan cenderung terus naik menyusul terbatasnya pasokan akibat hasil panen yang terkendala serangan hama dan penyakit dampak dari cuaca tak menentu dan banyaknya turun hujan.

Tingginya harga cabai rawit di tingkat petani membuat areal kebun cabai rawan pencurian. “Dua minggu lalu ada kebun cabai rawit milik anggota KT Cintamekar yang hilang 30 batang. Nggak tau itu akibat dicuri atau karena ada orang iseng.yang pasti ada 30 pohon cabai yang hilang.Dicabut dengan akar-akarnya,” ujar Dede.

Mengantisipasi terjadinya aksi pencurian pohon cabai, menurut Dede, petani cabai di Desa Cibeureum terpaksa lebih giat menjaga kebun cabai mereka siang dan malam. (sta)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help