Home »

Techno

» News

Mengenal Paludarium Saudara Dekat Akuarium

Selama ini kita hanya mengenal akuarium bila menyebutkan ekosistem yang berada dalam wadah transparan

Mengenal Paludarium Saudara Dekat Akuarium
intisari
Paludarium saudara dekat akuarium 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Selama ini kita hanya mengenal akuarium bila menyebutkan ekosistem yang berada dalam wadah transparan. Padahal, ada juga bentuk lain seperti paludarium yang tidak kalah menariknya.

“Apa itu paludarium?” para pedagang di pusat penjualan ikan hias di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat balik bertanya saat ditanyai lokasi penjual paludarium. Mereka hanya mengenal akuarium.

Padahal, akuarium dan paludariuam masih bagian dari vivarium (wadah tertutup dan transparan untuk memelihara hewan), selain insectarium dan terrarium. Akuarium untuk habitat air saja, terrarium untuk habitat darat saja, insectarium untuk habitat serangga dan paludarium gabungan habitat darat dan air, kadang juga udara.

Umumnya palud, sebutan untuk paludarium, dibuat semata untuk estetika, seperti untuk hiasan di rumah. Namun, ada juga yang menggunakannya untuk penelitian atau untuk mempercepat reproduksi hewan atau mendorong pertumbuhan tanaman di akuarium.

Dikarenakan mampu menggabungkan habitat darat, air dan udara, maka jenis flora dan fauna yang dipelihara semakin banyak, mulai dari amfibi, reptil, ikan, hingga serangga dan burung. Akibatnya jenis ekosistem yang dapat dibuat pun beragam.

Contoh-contoh tema ekosistem yang dibuat adalah hutan hujan tropis, pinggiran sungai, rawa, bahkan pantai. “Untuk tema-tema itu, kita hanya mendekati, tidak dapat sama persis, karena banyak sekali detailnya,” Ariawan menjelaskan.

Jika ingin mendekati ekosistem aslinya, ukuran paludarium sangat berpengaruh, walau sebenarnya paludarium tidak memiliki standar ukuran. Sampai saat ini Montreal Biodome di Kanada yang mencakup lima ekosistem, 4.000 fauna, dan 1.500 flora masih menjadi paludarium terbesar di dunia.

Menurut Ariawan, “Kesulitan dalam membuat paludarium itu tergantung tema yang akan dibuat.” Misalnya saat membuat miniatur ekosistem pantai. Bila tujuannya mendekati ekosistem asli, maka air yang digunakan harus air laut, agar ikan laut yang dipelihara dapat hidup.

Masalahnya, tidak seperti air tawar yang hanya terdiri dari sedikit komponen, air laut memiliki banyak komponen yang harus dijaga (seperti pH, KH dan CO2). Masing-masing komponen saling mempengaruhi. Pilihan tanaman juga jadi jauh lebih sedikit karena, kandungan garam yang tinggi pada air laut membuat tanaman sulit tumbuh.

Untuk itu, “Konsep paludarium tidak harus baku dengan tema (baca: ekosistem) tertentu, kadang-kadang bisa dimodifikasi,” ujar Ariawan yang menyelesaikan pendidikan di Fakultas Biologi, Universitas Nasional.(*)

Editor: fam
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help