TribunJabar/

Advertorial

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrining

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola risiko penyakit-penyakit kronis yang muncul sejak dini

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrining
istimewa
Kepala BPJS Kesehatan KCU Bandung, Herman Dinata Mihardja (kelima kiri), Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Bandung, dr. Exsenveny L.,M.Kes. (tengah), Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan, Ika Kartika (kedua kiri), Dinas Sosial Kota Bandung Asep (kelima kanan) dan para mitra kerja foto bersama saat peluncuran fitur mobile skrining di Kantor BPJS Kesehatan KCU Bandung.* 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola risiko penyakit-penyakit kronis yang muncul sejak dini, BPJS Kesehatan meluncurkan layanan mobile skrining. Skrining Riwayat Kesehatan yang merupakan penambahan fitur pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta JKN KIS hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual, kini bisa melihat melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses melalui handphone.

"Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta dan pola makan peserta.

Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada sat itu pula,"tutur Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Dikatakan Fachmi, jika peserta memiliki risiko rendah, maka disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalitas atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi maka peserta disarankan melakukan konsultasi ke FKTP untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

"Sepanjang 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Dengan kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 sedang dan 651 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi 632.760 rendah, 104.967 sedang dan 2.093 peserta berisiko tinggi. Kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 berisiko rendah, 23.307 sedang dan 831 peserta berisiko tinggi.

Dan kategori terakhir jantung koroner, sebanyak 680.172 rendah, 57.692 sedang dan 1.956 berisiko tinggi,"ujar Fachmi.

Sementara itu diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan KCU Bandung, Herman Dinata Mihardja didampingi Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan, Ika Kartika pada konferensi pers yang juga dihadiri Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Sosial dan Mitra Kerja berharap dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile ini, peserta JKN-KIS khusus diwilayah kota Bandung dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya sejak dini. Agar dapat mengurangi jumlah penderita penyakit kronis. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan.

Menurut Herman, dalam aplikasi skrining riwayat kesehatan ini peserta JKN-KIS dapat memilih aplikasi sesuai kebutuhan mulai dari info BPJS, Kepesertaan, lokasi klinik atau puskesmas, tagihan, catatan pembayaran, cek VA, dll. Sehingga para peserta tidak usah lagi datang ke kantor BPJS cukup klik aplikasi tersebut melalui handphone kapan saja dimana saja bias.

"Jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia sebanyak 172.620.269 peserta, untuk kepesertaan BPJS Kesehatan KCU Bandung tahun 2015 sebanyak 1,6 juta, tahun 2016 sebanyak 1,8 peserta mengalami peningkatan. Sedangkan jumlah iuran peserta diluar PBI non subsidi tahun 2016 sebesar Rp 7,79 miliar. Untuk pembiayaan peserta BPJS Kesehatan KCU Bandung justru sangat besar Rp 1,8 triliun karena banyak pasien diluar kota Bandung yang berobat ke rumahsakit yang ada di Bandung. Pembayaran iuran kepesertaan Badan Usaha di wilayah KCU Bandung termasuk lancar hingga 92%, namun peserta mandiri masih 50%. Target kepesertaan BPJS KCU Bandung 2017 sebanyak 2.670.000 peserta, dengan tingkat kelancaran 98,3%,"kata Herman.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Kota Bandung, dr. Exsenveny L.,M.Kes. pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan, hanya memang perlu sosialisasi yang baik karena tidak semua orang bisa mengunakan handphone. Sebaiknya peluncuran fitur mobile skrining riwayat kesehatan ini diutamakan untuk badan usaha terlebih dahulu.(adv)

Editor: Ferri Amiril Mukminin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help