TribunJabar/

PT Charoen Pokphand Indonesia Capai Target Bedah 100 Kandang

Melalui program Bedah Kandang ini, PT CPI memberikan bantuan kepada peternak secara gratis berupa . . .

PT Charoen Pokphand Indonesia Capai Target Bedah 100 Kandang
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Komisaris PT Charoen Pokhand Indonesia, Mayjen Suparman (kanan) memberikan cenderamata kepada pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar yang diwakili Abdulah FA dalam acara Bedah Kandang di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebagai perwujudan kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya para peternak konvensional yang masih menggunakan sistem kandang terbuka, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (PT CPI), meluncurkan program yang disebut dengan Bedah Kandang.

Melalui program Bedah Kandang ini, PT CPI memberikan bantuan kepada peternak secara gratis berupa bimbingan teknis serta peralatan peternakan (poultry equipment) untuk memperbaiki atau mengoptimalkan fungsi dari kandang yang dimiliki para peternak tersebut. Bantuan peralatan yang diberikan berupa tempat pakan, tempat minum otomatis, pemanas / gasolec yang digunakan saat masa pemeliharaan anak ayam, serta kipas dan tirai.

Dalam menjual produknya, PT CPI yang telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1972, dengan kegiatan usaha meliputi produksi dan perdagangan pakan ternak, pembibitan, peralatan peternakan dan pengelolaan daging ayam, selalu menyertakan after sales service untuk konsumennya. Untuk terus meningkatkan pelayanan tersebut, dibentuklah Team Customer Care & Technical Service yang bertugas setiap harinya untuk memantau hasil performa pakan dan bibit ayam yang telah sampai kepada konsumen.

Menurut Hamam Wahyu Triwibowo, Head Customer Care & Technical Development, pada saat ini berdasarkan hasil pemantauan team Technical Service di lapangan, masih ditemukan banyak kendala secara manajemen yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam ras pedaging, misalnya pada saat awal pemeliharaan dibutuhkan panas yang cukup untuk menghangatkan anak – anak ayam tersebut, di lapangan masih banyak ditemukan peternak yang menggunakan kayu bakar, akan tetapi tanpa disadari, asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut malah tidak baik untuk pertumbuhan anak ayam tersebut.

"Oleh karena itu disarankan diganti dengan pemanas jenis lain, contohnya gasolec yang menggunakan gas. Contoh kesalahan manajemen lainnya yang ditemukan, pada umur ayam besar, ayam membutuhkan suhu rendah / dingin, sedangkan kita ketahui untuk indonesia yang merupakan daerah tropis banyak daerah yang suhunya panas dan mati angin, dimana pada saat suhu tinggi bisa mengakibatkan heat stress, yang bisa meningkatkan angka kematian, maka disarankan diberi kipas untuk menurunkan suhu yang dirasa ayam dan dan akan berefek pada menurunnya angka kematian. Diharapkan dengan perbaikan menejemen pemeliharaan ini akan meningkatkan produktifitas dari peternakan, " kata Hamam di Hotel Horison, Selasa (17/1/2017).

Foto bersama perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar serta perwakilan peserta dan peternak Bedah Kandang di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017). (Foto: TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA)
Foto bersama perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar serta perwakilan peserta dan peternak Bedah Kandang di Hotel Horison, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017). (Foto: TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA)

Berkaitan dengan kegiatan Bedah kandang ini, team Technical service pun akan mendampingi peternak yang telah dibedah kandangnya untuk dibantu secara teknis , agar dari awal pemeliharaan DOC ( anak ayam umur sehari) sudah sesuai dengan standar manajemen kandang yang baik, sehingga pada saat panen hasil yang didapat pun lebih optimal dan lebih baik dari periode sebelumnya.

"Pendampingan oleh team teknis ini akan dilakukan selama dua periode pemeliharaan secara terus menerus, dan setelah melewati masa pendampingan, tim teknis tetap akan memantau hasil perkembangan kandang tersebut setiap periodenya. Sehingga kami dapat terus memantau hasil dari kandang-kandang yang sudah di bedah," ujarnya.

Berdasarkan data perkembangan, kata Hamam, ayam di kandang yang sudah dilakukan bedah kandang mengalami peningkatan Indek Performance (nilai keberhasilan dalam pemeliharaan ayam broiler) rata - rata sekitar 30% dari periode sebelumnya. Sebagai gambaran keberhasilan dari salah satu kandang yang telah dibedah, bisa dilihat dari keuntungan per ekor ayam. Sebagai contoh, sebelum di bedah, peternak di daerah Bogor hanya mendapat keuntungan Rp 1500 – Rp 1800/ ekor, akan tetapi setelah di lakukan program bedah kandang hasil yang didapat saat itu Rp 3000/ekor, naik secara signifikan.

Dalam kesempatan itu, Santo Kadarusman, selaku Public Relations & Marketing Event Manager, menambahkan PT. CPI memiliki komitmen kuat untuk turut membangun sektor peternakan Indonesia, sehubungan dengan itu di tahun 2017, PT. CPI dibawah pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar berkomitmen untuk melakukan Bedah 100 Kandang di wilayah Jabotabek dan Jabar.
"Hal ini ditandai dengan penandatangan kesepakatan kerjasama antara Dinas Peternakan Jawa Barat dengan Manajemen PT. Charoen Pokphand Indonesia, di Ruang Linggar Jati, Hotel Horison , Bandung hari ini," ujar Santo.

PT. CPI sebagai pihak pelaksana Bedah Kandang pun berharap seiring dengan meningkatnya kesejahteraan peternak, PT.CPI dan peternak dapat berjalan bersama untuk membangun peternakan yang lebih baik lagi di Indonesia.

Sementara Abdullah FA, dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, berharap bahwa bedah kandang akan semakin banyak peternak mengikuti cara bedah kandang yang digelat PT CPI.

"Tentunya saya berharap bedah kandang ini akan membuat peternak tidak khawatir lagi dengan hal apapun terkait peternakan baik pasokan pakan, harga, karena bedah kandang yang dibangun PT CPI bisa memberi manfaat banyak bagi masyarakat," katanya. (set)

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help