Banjir

BREAKING NEWS: Raya Majalaya-Ciparay Pagi Ini Banjir, Kemacetan Tak Terhindarkan

Banjir yang rutin terjadi seusai hujan besar ini menghambat arus lalu lintas di jalan utama tersebut.

BREAKING NEWS: Raya Majalaya-Ciparay Pagi Ini Banjir, Kemacetan Tak Terhindarkan
TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Banjir yang rutin terjadi seusai hujan besar ini menghambat arus lalu lintas di jalan utama tersebut. 

MAJALAYA, TRIBUNJABAR.CO.ID - Banjir kembali menggenangi Jalan Raya Majalaya-Ciparay, tepatnya di Desa Biru dan Desa Cidawolong, Kecamatan Majalaya, Senin (16/1). Banjir yang rutin terjadi seusai hujan besar ini menghambat arus lalu lintas di jalan utama tersebut.

Warga Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, yang setiap hari melewati jalan tersebut untuk bekerja di Soreang, Wisma Putra (28), mengatakan banjir mulai terjadi setelah hujan besar turun pada Minggu (15/1) petang. Pada malam hari menjelang tengah malam, ketinggian banjir bisa lebih dari 1 meter sehingga jalan tersebut terputus total.

Pada Senin pagi, ketinggian banjir masih sekitar 50 centimeter di titik terendah jalan. Kendaraan bisa memaksakan melintasi genangan tersebut, walau beberapa di antaranya, terutama sepeda motor, mengalami mogok.

"Kalau terputus, kendaraan bisa mengambil alternatif ke Biru-Magung atau jalur Sapan. Jalan yang terendam bisa sepanjang 200 meter atau lebih. Di sini, kalau hujan besar, pasti banjir," kata Wisma di lokasi banjir, Senin (16/1).

Menurut Wisma, kawasan Biru-Cidawolong yang berupa cekungan menyulitkan air untuk mengalir dari lokasi banjir. Diperkirakan, banjir ini baru akan surut meninggalkan lumpur di jalan setelah siang harinya. Itu pun, jika tidak terjadi hujan lagi.

Warga Kecamatan Ciparay, Fujiani (30), berharap pemerintah menjadikan ruas jalan yang selalu terendam banjir seusai hujan tersebut dibangun menjadi jembatan. Dengan demikian, aktivitas transportasi dan perekonomian di bidang distribusi tidak akan terhambat.

"Soalnya daerah ini dikelilingi pabrik dan menjadi penghubung kawasan industri. Yang mau kerja, kirim barang, sekolah, dan mau ke kota, jadi susah gara-gara banjir. Anehnya ini malah dianggap biasa. Air banjirnya campur limbah juga," kata Fuji.

Jika tidak membangun jembatan, katanya, pemerintah bisa memperbaiki saluran air di sekitar jalan tersebut. Air dari Biru-Cidawolong ini bisa langsung dialirkan ke anak Sungai Citarum melalui selokan berukuran besar, yang dapat juga menjadi saluran irigasi untuk sawah di kawasan Majalaya, Ciparay, dan Solokanjeruk. (Sam)

Penulis: sam
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help