TribunJabar/

UPI Kukuhkan 3 Guru Besar, Rektor Ingatkan Jangan Menjadi Menara Gading

Saya ingatkan, sebagai guru besar hendaknya dapat memberikan kontribusi bagi universitas dan negara, jangan sampai menjadi menara gading.

UPI Kukuhkan 3 Guru Besar, Rektor Ingatkan Jangan Menjadi Menara Gading
ISTIMEWA
Tiga guru besar UPI. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID- Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. H. Furqon, Ph.D., didampingi jajaran pimpinan universitas menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar kepada Dr. Yudha Munajat Saputra, M.Ed., Dr. Suwatno, M.Si., dan Dr. Memen Kustiawan, S.E., Ak., M.Si., CA.

Pengangkatan jabatan akademik Guru Besar kepada ketiganya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 101233/A2.3/KP/2016, atas nama Dr. Yudha Munajat Saputra, M.Ed., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Keolahragaan; Dr. Suwatno, M.Si., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Komunikasi Organisasi dengan SK Nomor 101232/A2.3/KP/2016, serta Dr. Memen Kustiawan, S.E., Ak., M.Si., CA., diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Akuntansi, berdasarkan SK Nomor 101243/A2.3/KP/201.

Furqon mengatakan,  penambahan guru besar ini adalah merupakan tujuan antara, ujarnya. Pencapaian utamanya adalah menjadikan UPI yang a leading and outstanding university, world class university, dan masuk dalam tataran top universities dalam bidang pendidikan, dan hal yang paling utama lainnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan mutu pendidikan di tanah air.

“Saya ingatkan, sebagai guru besar hendaknya dapat memberikan kontribusi bagi universitas dan negara, jangan sampai menjadi menara gading. Nantinya, kebijakan-kebijakan pemerintah dapat diwarnai oleh pemikiran para akademisi,” katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Sabtu (14/1/2017).

Lebih lanjut dikatakan, bahwa gelar profesor atau guru besar ini tidak akan berarti bila tidak dipergunakan untuk membela kebenaran. Keidealismean seorang guru besar harus mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat dengan ilmunya. Gelar guru besar sebagai human judgment dan human responsibility. Ditargetkan, hingga 2020 UPI mempunyai 125 guru besar, dan sepanjang tahun 2017 diharapkan lahir lagi 11 orang guru besar baru. Ini hanya masalah pada prioritas bagi setiap individu, dan guru besar sangat penting bagi profesionalitas.

Prof. Dr. Suwatno, M.Si., mengatakan, kepakarannya dalam bidang Komunikasi organisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di semua tingkatan, baik sarjana, magister, maupun doktoral. "Hasil riset yang telah saya lakukan diharapkan bisa diimplementasikan untuk kemaslahatan umat, sehingga guru besar itu bukan hanya sebagai menara gading tetapi jelas kontribusinya pada masyarakat. Kemudian, bagaimana sebuah riset komunikasi organisasi berkontribusi untuk meningkatkan jumlah jurnal internasional terindeks, ini penting untuk meningkatkan peringkat universitas," katanya. (tif)

Penulis: tif
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help