TribunJabar/

Meniti Ribuan Tangga Batu di Antara Hutan Belantara Menuju Curug Cibeureum

BEBERAPA Pengunjung terlihat kaget saat seekor lutung atau kera bergelayut di sebuah pohon dan mengamati gerak-gerik mereka.

TRIBUNJABAR.CO.ID - BEBERAPA Pengunjung terlihat kaget saat seekor lutung atau kera bergelayut di sebuah pohon dan mengamati gerak-gerik mereka. Seorang pengunjung berinisiatif untuk menggantungkan makanan di sela-sela perdu yang tak jauh dari pohon besar tempat kera hitam tersebut duduk santai.

Beberapa menit kera tersebut tak bergerak. Demikian halnya dengan pengunjung yang bermaksud menuju Curug Cibeureum di kaki Gunung Gede Pangrango siang itu. Udara cukup cerah, angin gunung yang berhembus meniup daun dan ranting yang menimbulkan suara khas. Tak jua melihat kera hitam mendekat, pengunjung memilih untuk beranjak dan melanjutkan perjalanan meniti tangga yang tersusun dari batu-batu. "Nanti mungkin kera tersebut turun dan akan mengambil makanannya," ujar seorang pengunjung yang datang dari wilayah ibu kota ini.

Selain kera hitam, pengunjung yang beruntung juga mendapati beberapa burung yang bertengger dan berkicau menemani selama perjalanan menuju curug.

Menuju Curug Cibeureum
Menuju Curug Cibeureum

Akhir pekan atau musim liburan, kaki Gunung Gede Pangrango memang tak pernah sepi. Salah satu tempat wisata yang menjadi pavorit warga adalah Curug Cibeureum.

Lokasinya sendiri tak jauh dari Kebun Raya Cibodas masuk ke dalam wilayah Cipanas-Cimacan, Kabupaten Cianjur. Pintu masuknya berada paling ujung dan dekat dengan bumi perkemahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Tiba di pintu masuk, pengunjung harus membeli tiket seharga Rp 18.500. Lokasi tiket menjadi tempat peristirahatan sebelum masuk dan memulai laju pendakian, terdapat beberapa warung kecil di lokasi ini.

Melangkah menuju pemeriksaan tiket, jalur selanjutnya merupakan trek berbatu dan meniti ribuan anak tangga dengan pemandangan kanan kiri hutan belantara.

Dari keterangan pengelola, jarak dan waktu tempuh menuju curug rata-rata bisa ditempuh dalam waktu satu jam. Namun beberapa pengunjung yang belum terbiasa dengan trek naik gunung biasanya akan banyak beristirahat di perjalanan sehingga jarak tempuh menuju curug bisa memakan waktu lebih dari satu jam.

Telaga Biru
Telaga Biru

Setengah jam pertama jalur menanjak berkelok, lalu ada jalur mendatar di sebuah danau berwarna hijau yang diberi nama Telaga Biru. Airnya berwarna biru sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkan lokasi ini untuk berselfie sambil beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Di beberapa titik terdapat sebuah saung yang sengaja dibangun pengelola untuk beristirahat.

Lokasi selfie selanjutanya dari perjalanan menuju Curug Cibeureum adalah Rawa Panyangcangan. Di lokasi ini terdapat sebuah jembatan yang sangat panjang. Dengan latar hutan belantara, banyak pengunjung yang memanfaatkan tempat ini untuk beristirahat.

Perjalanan selanjutnya kembali akan menanjak hingga menemukan titik tempat peristirahatan selanjutnya yang mirip sebuah persimpangan. Di titik persimpangan ini ada beberapa petunjuk jalur, seperti jalur menuju puncak Gede dan jalur menuju lokasi air panas. Namun saat ini jalur pendakian menuju puncak sedang ditutup.

Mirip sebuah terminal, di lokasi persimpangan ini akan banyak pengunjung yang beristirahat. Baik yang baru turun atau yang akan melanjutkan perjalanan.

Perjalanan selanjutnya menuju Curug Cibeureum dari lokasi persimpangan akan sedikit menurun dan hanya berjarak 300 meter. Derasnya suara curug akan terdengar dari jarak ratusan meter ini. 

Telaga Biru dalam perjalanan menuju Curug Cibeureum
Telaga Biru dalam perjalanan menuju Curug Cibeureum

Tiba di lokasi Curug kelelahan menempuh perjalanan akan terbayar dengan sejuk dan dinginnya air dari curug. Terdapat dua curug yang lokasinya berdekatan. Di tempat ini ada sebuah saung, tempat salat, dan sebuah kamar mandi umum.

Siapkan fisik yang kuat dan stamina, karena jika Anda jarang berolahraga maka kaki akan cukup pegal jika terlalu dipaksakan. Selain fisik, sepatu atau sandal gunung yang tepat akan membantu perjalanan Anda. Mintalah petunjuk dan informasi kepada petugas jaga tiket saat akan menuju lokasi ini, pasalnya tak jarang pengunjung yang memilih pulang kembali karena terlalu kelelahan saat mendaki.(*)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help