TribunJabar/

Advertorial

Perluas Penjualan Emas, PT Antam Gandeng 109 Kantor Pos

Penandatanganan PKS yang juga dihadiri oleh Dirut PT Pos Indonesia (Persero) itu merupakan kelanjutan dari . . .

Perluas Penjualan Emas, PT Antam Gandeng 109 Kantor Pos
ISTIMEWA
Dalam rangka meningkatkan kinerja perseroan khususnya pada komoditas emas, PT ANTAM (Persero) Tbk. menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) menjadi mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia (LM). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dalam rangka meningkatkan kinerja perseroan khususnya pada komoditas emas, PT ANTAM (Persero) Tbk. menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) menjadi mitra penyedia fasilitas penjualan, pembayaran dan distribusi produk logam mulia (LM).

Hal tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Antam (Persero) Tbk. dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang ditandatangani oleh Direktur Utama ANTAM Tedy Badrujaman dan Direktur Ritel dan Sumberdaya Pos Indonesia Ira Puspa Dewi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (11/1/2017).

Penandatanganan PKS yang juga dihadiri oleh Dirut PT Pos Indonesia (Persero) itu merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani sebelumnya pada 26 Oktober 2016 lalu.

Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk. Tedy Badrujaman mengatakan pihaknya menggandeng Pos Indonesia guna memperluas jaringan penjualan emas logam mulia (LM).

"Penandatanganan PKS ini merupakan komitmen ANTAM dalam rangka peningkatan kinerja perseroan khususnya komoditas emas. Kami optimis sinergi ini akan memberikan manfaat yang maksimal baik untuk ANTAM maupun Pos Indonesia," kata Tedy usai penandatanganan PKS.

Ia mengatakan bahwa sebanyak 109 Kantor Pos direncanakan akan menjadi saluran bagi masyarakat untuk mendapatkan emas logam mulia selain melalui 13 butik emas yang sudah dimiliki oleh ANTAM melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Emas Logam Mulia (UBPP LM).

109 Kantor Pos yang tersebar di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara ini merupakan tahap pertama dari perjanjian kerja sama ANTAM dan Pos Indonesia.

"Mekanisme pembelian emas LM melalui Kantorpos menggunakan sistem pemesanan. Selanjutnya ANTAM akan menggunakan layanan Pos Indonesia untuk mengirimkan emas LM dari kantor UBPP LM di Jakarta menuju lokasi Kantorpos tempat pembelian," jelas Tedy.

Tedy juga menyebutkan bahwa pelanggan dapat memesan emas LM mulai 0,5 gram sampai dengan 50 gram pada awal Februari 2017.
"Berbagai inovasi kami lakukan untuk memberikan nilai tambah produk emas LM, di antaranya dengan meluncurkan emas batangan bermotif batik, jasa depositori emas LM, dan produk perhiasan berupa kalung dan bezel untuk produk emas batik," jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Ritel dan Sumberdaya PT Pos Indonesia (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik sinergi dengan ANTAM sebagaimana dituangkan dalam perjanjian kerja sama. "Kerja sama ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli logam mulia, karena dapat langsung melalui Kantorpos yang tersebar di seluruh Indonesia, meski untuk saat ini baru terbatas di 109 Kantorpos di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara," ujar Ira.

Ia berharap ke depannya ANTAM dapat memanfaatkan 4.569 cabang Kantorpos di seluruh Indonesia. "Pos Indonesia memiliki jaringan distribusi terbesar, handal dan terluas di Indonesia, dedicated, track and trace dan harga yang kompetitif," ujarnya.

Kantor Pos, lanjut Ira adalah tempat strategis untuk transaksi penjualan atau distribusi barang dan jasa.

Terkait sinergi kedua BUMN ini, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan bahwa PKS antara Pos Indonesia dengan ANTAM merupakan wujud nyata sinergi BUMN sebagaimana arahan Presiden dan Menteri BUMN RI.

"Bentuk sinergitasnya adalah kerja sama saling memanfaatkan kompetensi masing-masing BUMN sebagai upaya meningkatkan kinerja dan pendapatan kedua bumn," jelasnya.

Gilarsi berharap melalui sinergi ini, Pos Indonesia dan ANTAM akan tumbuh dan memberikan nilai manfaat lebih untuk masyarakat dan negara. (*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help