SOROT

Tanggal Gajian

Kemungkinan keduanya, keterlambatan pencairan gaji menjadi heboh karena masyarakat dihadapkan pada kebutuhan hidup yang nilainya terus naik.

Tanggal Gajian
dokumentasi
Kisdiantoro

Oleh KISDIANTORO
Tribun Jabar

TANGGAL gajian. Kapan? Pegawai perusahaan swasta umumnya gajian di tanggal mendekati akhir bulan, karena mereka mendapatkan upah atau gajian setelah bekerja sebulan. Pegawai negeri sipil (PNS) gajian di awal bulan, biasanya setiap tanggal 1, karena mereka gajian dulu baru bekerja.

Tanggal gajian ini sejak awal tahun 2017, terlebih setelah tanggal 2 Januari, menjadi obrolan utama di kalangan PNS di lingkungan Provinsi Jawa Barat. Mereka bertanya, mengapa uang gajian belum masuk rekening padahal tanggal gajian sudah lewat. Bahkan sampai Kamis (5/1), uang itu belum nongol di rekening.

Saking khawatirnya, ada seorang PNS yang takut istrinya akan menduga ia telah berbuat tidak benar dengan membelanjakan gaji di luar rumah, tanpa melalui persetujuan bendahara keluarga. PNS lain mengeluh karena keuangan keluarga sudah terkuras untuk bersenang-senang di liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2017.

Kehebohan gaji PNS yang belum cair hingga kemarin bukan hal yang pertama, sebelumnya sempat terjadi penundaan dua hingga sepekan. Dan pada saat itu isunya tak seheboh sekarang. Mengapa? Banyak faktornya. Di antaranya, para PNS kini hidup di era internet yang semua informasi bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan membuka saluran berita atau media sosial. Banyak informasi yang berseliweran dan dengan mudah dibagikan. Termasuk isu-isu terkait keterlambatan pencairan gaji. Isu negatif, semisal negara bangkrut dan tak mampu lagi membiayai gaji PNS, sangat mudah tersebar. Celakanya, masyarakat begitu mudah mencernanya. Padahal isu tersebut tidaklah benar.

Kemungkinan keduanya, keterlambatan pencairan gaji menjadi heboh karena masyarakat dihadapkan pada kebutuhan hidup yang nilainya terus naik. Komoditas yang saat ini membuat para ibu rumah tangga menjerit adalah harga cabai yang mencapai Rp 120.000 per kilogram. Akan sampai kapan harga itu turun? Belum ada jawaban. Belum lagi kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, minyak goreng, daging, dan lainnya, yang juga turut naik, meski tak setinggi cabai.
Selain impitan harga kebutuhan pokok, masyarakat juga harus menanggung beban kenaikan tarif dasar listrik.

Per 1 Januari 2017, PT PLN menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 900 volt amper (VA). Pemerintah menilai keluarga pemakai listrik 900 VA tak layak untuk menikmati listrik subsidi. Padahal kebanyakan mereka menggunakan golongan itu, karena sudah tak ada pemasangan golongan di bawahnya.Atau, terpaksa memakai golongan 900 VA karena daya di bawah itu kerap byar pet. Kenaikan biaya mengurus balik nama kendaraan dan ganti pelat kendaraan juga turut menyokong kehebohan tertundanya pencairan gaji. Bertapa tidak, kenaikannya hampir 100 persen. Wow.

Bagi PNS yang pada libur Natal dan Tahun Baru 2017 berenang-senang, berwisata ke sebuah objek wisata, dan bergantung pada gaji, maka ''jeritannya" bisa jadi lebih kencang, karena uang gaji sudah terkuras.

Apakah gaji benar-benar terlambat? Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menjawab, bahwa pembayaran gaji PNS yang meleset dari tanggal 1, bukan terlambat, melainkan karena ada poses administrasi yang belum selesai menyusul adanya perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) baru dan rotasi pejabat di akhir 2016. Dia menyebut pembayaran gaji PNS terlambat bila baru dibayarkan melebihi tanggal 20. Gubernur menjamin gaji PNS akan cair dalam dua atu tiga hari ke depan.

Sembari menunggu pencairan gaji, maka seperti yang ditekankan Gubernur Aher, kinerja PNS tidaklah lantas menurun. Tapi, PNS harus tetap menjalankan kewajibannya, melayani masyarakat. Toh, selama 12 bulan, hanya sekali tanggal gajian bergeser hari dan tanggal. Bila dihitung, masih banyak tepat waktunya dibandingkan tidaknya, dan selama itu pula tak banyak PNS yang berucap syukur dan berterima kasih kepada rakyat yang menggajinya. (*)

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved