TribunJabar/
Home »

Opini

Buku Pilihan

Mutiara Hikmah dan Syair Sang Imam Sunni

Buku Al-Hikam Imam Syafi'i ini menghimpun syair-syair dan hikmah Imam Syafi'i terpilih dalam berbagai tema yang senantiasa relevan sepanjang zaman

Mutiara Hikmah dan Syair Sang Imam Sunni
Internet
Buku Al-Hikam Imam Syafii

Judul: Al-Hikam Imam Syafi'i: Mutiara Hikmah dan Syair Indah Imam Ahlussunnah
Penyusun: Muhammad Al-Faiz dan Juman Rofarif
Penerbit: Zaman
Cetakan: I, 2016
Tebal: 227 Halaman (hard cover)
Harga: Rp 65.000

ABU Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i al-Muththalibi al-Qurasyi, atau yang lebih dikenal dengan nama singkatnya Imam Asy-Syafi'i, lahir di Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H (767 M). Ia seorang mufti besar Sunni Islam dan pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Sejak kecil, Imam Syafi'i sudah gandrung dengan syair. Ia bahkan sempat mempelajari syair-syair. Sampai suatu ketika saat sedang berjalan di satu sudut kota Makkah, ia mendengar suara menyerunya, "Muhammad ibn Idris, sebaiknya kau mempelajari ilmu!" Imam Syafi'i tertegun dan menoleh ke asal suara itu, namun ia tak melihat siapa-siapa.

Setelah peristiwa tersebut, Imam Syafi'i muda mengalihkan perhatiannya. Ia mulai mengembara, menemui guru demi guru untuk mempelajari ilmu-ilmu yang prinsip dalam agama. Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana. Meski demikian, ia sama sekali tidak meninggalkan kegandrungannya terhadap syair. Ia kerap bersyair pada momen-momen tertentu.

Buku Al-Hikam Imam Syafi'i ini menghimpun syair-syair dan hikmah-hikmah terpilih Imam Syafi'i dalam berbagai tema yang senantiasa relevan sepanjang zaman: spiritualitas, ilmu, etiket, persahabatan, percintaan, nasihat kehidupan, dan lain-lain, dikemas dalam kata-kata indah dan memuat makna-makna menggugah.

"Untaian hikmah dan syair Imam Syafi'i dalam buku ini hanya disajikan secara mentah. Tidak ada tambahan ulasan atau komentar. Hanya teks syair dan hikmah yang disandingkan dengan terjemahannya. Sebagian besar dari syair dan hikmah dalam buku ini tidaklah terlontar dari lisan Imam Syafi'i secara serta-merta, melainkan dilatarbelakangi oleh suatu kejadian tertentu. Hanya saja, dalam buku ini, latar belakang itu tidak disertakan agar pembaca dapat melihat relevansinya secara lebih luas dan tidak terpaku pada konteks yang sempit. Pembaca bisa secara leluasa memahami dan menafsirkan syair dan himah Sang Imam sesuai kapasitasnya." (Halaman 9)

Ada sekitar 200 mutiara hikmah dan syair Imam Syafi'i dalam buku ini, yang dihimpun oleh dua cendekiawan muda, H. Muhammad Al-Faiz Sa'di (asal Sumenep, Madura) dan Juman Rofarif (asal Brebes, Jateng), dari puluhan sumber, baik buku maupun artikel.

Melalui buku Al-Hikam Imam Syafi'i ini, kita juga akan tahu jati diri dan kepribadian Sang Imam. Di halaman lain, kita akan dibuat tersenyum seraya terhibur berkat syair atau hikmah yang membuat kita seakan tak percaya seorang Imam Syafi'i mengatakannya.

Ini salah satu contoh hikmah Imam Syafi'i yang menggelitik: Tanda sahabat sejati: ia menjadi sahabat dari orang yang bersahabat dengan sahabatnya. (Halaman 166)

Selamat mengaji dan menghidupkan hati bersama Sang Imam yang rendah hati. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help