Menkes: Bangsa Indonesia Banyak yang Sakit, Termasuk Sakit Jiwa

Kalau pekerjaan sudah selesai berarti kita sudah sehat semua. Tapi, kalau dilihat bangsa kita ini masih banyak yang sakit, termasuk sakit jiwa

Menkes: Bangsa Indonesia Banyak yang Sakit, Termasuk Sakit Jiwa
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016) 

TRIBUNJABAR.CO.ID -- Dalam segi kesehatan, banyak kejadian yang telah dilalui Indonesia di tahun 2016. Sebut saja vaksin palsu, kasus obat bius, masalah gizi, hingga virus zika dan ebola.  Menteri Kesehatan RI (Menkes) Nila F. Moeloek mengatakan, masih banyak yang harus dikerjakan. Dia katakan, bangsa Indonesia masih banyak yang sakit, termasuk sakit jiwa.

"Kalau pekerjaan sudah selesai berarti kita sudah sehat semua. Tapi, kalau dilihat bangsa kita ini masih banyak yang sakit, termasuk sakit jiwa," ungkapnya dalam jumpa pers akhir tahun di  Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (29/12'/2016).

Meskipun telah membentuk satgas khusus dan penambahan kapasitas pengawasan, hingga program Nusantara Sehat, Menkes mengimbau agar masalah kesehatan juga perlu dibarengi dengan kesadaran masyarakat sendiri akan dirinya. Sebab, menurut Nila. F Moeloek,  kesadaran akah hidup sehat di masyarakat masih terbilang rendah.

Oleh sebab itu memerlukan penguatan edukasi terkait kepedulian hidup sehat secara menyeluruh. Salah satu cara yang bisa ditembuh dengan megubah mindset (pola pikir) masyarakat untuk mengutamakan hidup sehat. Atas dasar itulah dibentuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang didukung oleh lintas sektor. Kemenkes: Keamanan Kesehatan Bisa Dicapai Dengan Melibatkan Banyak Sektor

"Kami Kemenkes tidak bisa bekerja sendiri. Perlu adanya dukungan dari kementerian lain. Seperti baru saja di NTT kami bekerja sama dengan PU untuk penyedia akses air bersih. Melihat refleksi 2016, banyak hal yang masih dikerjakan dan belum selesai menurut saya," ucapnya.

Di tahun 2017 Kementerian Kesehatan sendiri akan menggencarkan pendekatan GERMAS yang  lebih memikirkan keluarga Indonesia untuk bisa mulai hidup sehat. Menurut Menkes, meyakinkan kesehatan  di hulu itu adalah hal yang terpenting.

"Masih banyak yang belum bisa kita selesaikan. Artinya dengan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) kita sekarang lima persen dari total APBN, enggak bisa langsung semua selesai," Jelasnya.(*)

Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help