TribunJabar/
Home »

Opini

Buku Pilihan

Catatan Anak Bangsa tentang Beragamnya Dunia

Sebagai orang berpemikiran liberal, ia memang terkesan "anti-mainstream", yang mungkin akan membuat kalangan tertentu terkaget-kaget.

Catatan Anak Bangsa tentang Beragamnya Dunia
Internet
Buku Indahnya Keragaman

Judul: Indahnya Keragaman
Penulis: Sumanto Al Qurtuby
Penerbit: Nuansa Cendekia
Cetakan: I, November 2016
Tebal: 328 Halaman
Harga: Rp 66.000

BAGI sejumlah kalangan, Sumanto Al Qurtuby dikenal sebagai tokoh liberal. Sebagai orang berpemikiran liberal, ia memang terkesan "anti-mainstream", yang mungkin akan membuat kalangan tertentu terkaget-kaget. Namun bagi pembaca yang juga terbiasa berpikir merdeka, buku ini akan membuat penasaran.

Sumanto kini menjadi staf pengajar Antropologi Budaya dan Kepala Scientific Research Committee in Social Sciences di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi. Ia juga Senior Scholar di Middle East Institute, National University of Singapore. Ia memperoleh gelar doktor (Ph.D.) dari Boston University dan pernah menjadi peneliti dan profesor tamu di Joan B. Kroc Institute for International Peace Studies, University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat. Ia telah menulis lebih dari 17 buku dan ratusan artikel ilmiah dan esai populer, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Bukunya yang terakhir berjudul Religious Violence and Conciliation in Indonesia: Christian and Muslims in the Moluccas.

Dengan jam terbang yang tinggi di berbagai kampus dunia, melalui buku ini Sumanto mengajak pembaca melanglang buana ke berbagai negara dan masyarakat untuk menyelami keragaman tradisi dan budaya, menikmati indahnya persahabatan antarbangsa, mengapresiasi kemajemukan agama, menghormati perbedaan keyakinan umat manusia, serta menghargai warna-warni kehidupan masyarakat dari Saudi hingga Amerika. Buku ini lebih dari sekadar sebuah reportase perjalanan. Buku ini mencoba memberikan pencerahan bagi pembaca karena di dalamnya terkandung banyak pelajaran berharga. Penulis ingin mengajak pembaca berkelana dan menghayati indahnya keberagaman hidup di dunia ini.

Ada dua belas tulisan dalam buku ini, selain pengantar. Tulisan-tulisan itu merupakan artikel- artikel yang bersifat "reflektif-kontemplatif", bukan "akademik-ilmiah", yang tersebar di sejumlah buku dan majalah. Hampir semuanya disebut sebagai "catatan perjalanan dan pergumulan" yang dialami penaulis di berbagai tempat dan negara, termasuk Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Buku ini memang bersifat antologis sehingga tiap artikel berdiri sendiri. Ke-12 artikel itu adalah "Jabal Dhahran dan Pluralitas Arab Saudi", "Menjadi Guru Antropologi di Amerika", "Notre Dame, Kroc, dan Fr. Hesburgh", "Leuven, Belgia: Keragaman Etnik dan Budaya", "Leymah Gbowee: Agama, Perempuan, dan Perdamaian", "John Titaley: Tokoh "Kristen Liberal"", "Among the Believers: Pergumulan Saya Bersama Mennonite Amerika", "Kebaikan Seorang Sekuler", "Melaka, Cheng Ho, dan Kesadaran Sejarah Kita", "Berpulangnya "Kiai Fiqih Sosial": In Memoriam K.H. M.A. Sahal Mahfudh", "Perginya Sang Modin Kampung yang Pluralis: In Memoriam Mbah Soeroto bin Cermo", dan "Kematian, Kuburan, dan Dunia Lain".

Artikel-artikel dalam buku ini ditulis dengan gaya yang akrab. Meski diwarnai sejumlah istilah asing, pembaca tidak akan banyak berkerut kening. Yang pasti, buku ini berisi banyak informasi dan pemikiran yang bernas, sangat relevan dengan perkembangan kehidupan bernegara di negeri ini, yang belakangan direcoki dengan "perseteruan panas" terutama di media sosial. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help