TribunJabar/
Home »

Fiksi

» Cerpen

Cerpen Yus R Ismail

Anak Kucing Kelimis Menggigil Kedinginan

Sepanjang jalan gelap pekat. Jadi, terpaksa saya harus menarik gas lebih kencang dari biasa. Takut ada geng motor yang sering kelayapan tengah malam.

Anak Kucing Kelimis Menggigil Kedinginan
Ilustrasi Anak Kucing Kelimis Menggigil Kedinginan 

SEBENARNYA malas menarik gas motor di atas kecepatan 60 km perjam. Tapi malam itu, hampir pukul dua belas, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang lurus ada pemadaman listrik. Sepanjang jalan gelap pekat. Jadi, terpaksa saya harus menarik gas lebih kencang dari biasa. Takut ada geng motor yang sering kelayapan tengah malam. Gerimis juga masih turun menyebarkan kuyup.

Alasan kedua tidak mau memutar gas lebih kencang, karena di belakang saya ada Anisa yang sedang memeluk. Saya ingin menjalankan motor sepelan mungkin. Sambil ngobrol tentang apa saja. Atau kalau ada pedagang mi tek-tek, berhenti dulu di pinggir jalan. Tapi Anisa maunya juga ngebut. Kami baru saja pulang dari rumah sakit. Ibu Anisa sedang dirawat. Kami pulang sebentar untuk mengambil hasil rontgen sebelum dirawat yang ketinggalan.

"Stop... stoooppp...!" teriak Anisa mengagetkan saya. Saya langsung menyentuh lampu sein sambil mengerem mendadak. Untungnya tidak banyak kendaraan tengah malam seperti ini.

"Ada apa?" tanya saya.

"Ada anak kucing, kelimis basah, menggigil kedinginan," jawab Anisa.

"Di mana?"

"Di belakang, dekat got."

"Jadi, sekarang bagaimana?"

"Kita bawa, kasihan anak kucing itu. Siapa tahu tidak ada induknya. Siapa tahu kedinginan."

Saya memutar motor, lalu melaju perlahan mendekati got. Saya dan Anisa turun. Tapi tidak ada anak kucing meski lampu senter HP sudah menerangi sekeliling.

Halaman
1234
Editor: her
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help